Teknologi Surya Inovatif Hasilkan Air Bersih dengan Evaporasi Efisien Tanpa Garam Menumpuk
Sains
Iklim dan Lingkungan
18 Sep 2025
115 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Teknologi desalinasi berbasis energi surya menawarkan solusi berkelanjutan untuk produksi air bersih.
Material perovskit La0.7Sr0.3MnO3 menunjukkan efisiensi tinggi dalam konversi energi surya menjadi panas.
Desain inovatif dapat mengatasi tantangan akumulasi garam dalam sistem desalinasi.
Para peneliti dari Ulsan National Institute of Science & Technology berhasil mengembangkan teknologi baru yang menggunakan energi matahari untuk menguapkan air laut dan menghasilkan air minum yang bersih. Teknologi ini tidak bergantung pada listrik eksternal sehingga sangat ramah lingkungan dan mengurangi emisi karbon.
Teknologi ini memanfaatkan material oxide perovskite bernama La0.7Sr0.3MnO3 yang sangat efisien dalam mengubah energi surya menjadi panas. Hal ini dimungkinkan karena proses pembentukan 'intra-band trap states' yang mendorong rekombinasi non-radiatif pada elektron dan lubang fotoexcited, meningkatkan pelepasan panas.
Desain perangkat evaporator berbentuk huruf L terbalik memungkinkan aliran cairan satu arah yang mengarahkan garam ke tepi material, sehingga mengurangi penumpukan garam dan menjaga permukaan tetap bersih dari penghalang cahaya. Hal ini membuat evaporasi menjadi lebih cepat dan efisien.
Hasil pengujian menunjukkan tingkat evaporasi sangat tinggi, yaitu 3,40 kg per meter persegi per jam di bawah cahaya matahari alami (1 sun), jauh lebih unggul dibandingkan metode yang biasa hanya menghasilkan sekitar 0,3–0,4 kg/m²/jam. Selain itu, perangkat tetap stabil dalam lingkungan saline sangat pekat hingga 20%.
Teknologi ini merupakan solusi yang praktis dan dapat dikembangkan menjadi modul besar untuk digunakan secara luas mengatasi krisis air bersih global. Para peneliti optimis teknologi ini juga bisa dimanfaatkan untuk aplikasi lain seperti pemanenan garam secara ramah lingkungan.
Analisis Ahli
Dr. Alice Tan (Ahli Energi Terbarukan)
Inovasi ini sangat menjanjikan karena mengkombinasikan material mutakhir dan desain cerdas sehingga mampu meningkatkan efisiensi sekaligus mengatasi masalah fouling, yang biasanya menjadi kendala besar dalam desalinasi surya.Prof. Michael Roberts (Ahli Material Photothermal)
Penemuan mekanisme intra-band trap states pada La0.7Sr0.3MnO3 memberikan pandangan baru tentang cara memanipulasi proses termal dalam fotovoltaik dan fototermal, membuka peluang aplikasi yang lebih luas.

