AI summary
Teknologi desalinasi berbasis energi surya menawarkan solusi berkelanjutan untuk produksi air bersih. Material perovskit La0.7Sr0.3MnO3 menunjukkan efisiensi tinggi dalam konversi energi surya menjadi panas. Desain inovatif dapat mengatasi tantangan akumulasi garam dalam sistem desalinasi. Para peneliti dari Ulsan National Institute of Science & Technology berhasil mengembangkan teknologi baru yang menggunakan energi matahari untuk menguapkan air laut dan menghasilkan air minum yang bersih. Teknologi ini tidak bergantung pada listrik eksternal sehingga sangat ramah lingkungan dan mengurangi emisi karbon.Teknologi ini memanfaatkan material oxide perovskite bernama La0.7Sr0.3MnO3 yang sangat efisien dalam mengubah energi surya menjadi panas. Hal ini dimungkinkan karena proses pembentukan 'intra-band trap states' yang mendorong rekombinasi non-radiatif pada elektron dan lubang fotoexcited, meningkatkan pelepasan panas.Desain perangkat evaporator berbentuk huruf L terbalik memungkinkan aliran cairan satu arah yang mengarahkan garam ke tepi material, sehingga mengurangi penumpukan garam dan menjaga permukaan tetap bersih dari penghalang cahaya. Hal ini membuat evaporasi menjadi lebih cepat dan efisien.Hasil pengujian menunjukkan tingkat evaporasi sangat tinggi, yaitu 3,40 kg per meter persegi per jam di bawah cahaya matahari alami (1 sun), jauh lebih unggul dibandingkan metode yang biasa hanya menghasilkan sekitar 0,3–0,4 kg/m²/jam. Selain itu, perangkat tetap stabil dalam lingkungan saline sangat pekat hingga 20%.Teknologi ini merupakan solusi yang praktis dan dapat dikembangkan menjadi modul besar untuk digunakan secara luas mengatasi krisis air bersih global. Para peneliti optimis teknologi ini juga bisa dimanfaatkan untuk aplikasi lain seperti pemanenan garam secara ramah lingkungan.
Pengembangan teknologi photothermal berbasis oxide perovskite seperti La0.7Sr0.3MnO3 merupakan terobosan penting yang mampu mengoptimalkan pemanfaatan energi surya dalam proses desalinasi secara signifikan. Namun, tantangan utama kedepannya adalah memastikan bahan dan desain tersebut tetap ekonomis serta mudah diproduksi secara massal agar teknologi ini bisa benar-benar diterapkan di lapangan dengan efektif.