AS Batalkan Aturan Eksport Chip AI Biden, Fokus ke Negosiasi Negara
Teknologi
Kecerdasan Buatan
13 Mei 2025
93 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Aturan Difusi AI Biden dibatalkan oleh Departemen Perdagangan AS.
Pemerintahan baru berencana untuk menyusun aturan yang lebih inklusif melalui negosiasi langsung.
Penggunaan chip dari Huawei tetap dilarang di bawah hukum ekspor AS.
Departemen Perdagangan Amerika Serikat secara resmi mencabut aturan pembatasan ekspor chip AI yang diperkenalkan oleh pemerintahan Biden. Aturan ini sebenarnya akan mulai berlaku pada 15 Mei, namun baru-baru ini dibatalkan karena berbagai kritik dan kendala pelaksanaan.
Aturan sebelumnya membagi negara-negara dunia menjadi tiga tingkatan dengan pembatasan berbeda pada ekspor chip AI buatan AS. Negara seperti Jepang dan Korea Selatan tidak terkena pembatasan, sementara negara lain seperti Meksiko dan Portugal baru akan mengenal batasan ekspor chip AI.
Negara seperti China dan Rusia, yang masuk dalam kategori paling ketat, akan menghadapi pembatasan ekspor chip AI yang lebih rumit. Namun, keputusan terbaru membuat aturan ini tidak jadi berlaku dan pemerintah AS berencana membuat aturan baru yang lebih fleksibel.
Departemen Perdagangan memberikan beberapa panduan kepada industri, termasuk larangan penggunaan chip AI Huawei Ascend secara global dan memperingatkan konsekuensi dari menggunakan chip AI AS untuk melatih model AI di China. Pemerintah juga mendorong perlindungan rantai suplai chip dari berbagai taktik pengalihan.
Pemerintahan Trump disebut akan mengadopsi strategi yang lebih inklusif dan fokus pada kerjasama dengan negara-negara mitra terpercaya, alih-alih memberlakukan aturan ketat yang dianggap kontraproduktif. Pendekatan baru juga akan menekankan negosiasi langsung dengan negara-negara terkait.
Analisis Ahli
Andrew Yang
Mengatur ekspor teknologi seperti chip AI perlu keseimbangan antara keamanan nasional dan kemajuan teknologi, kebijakan yang terlalu keras malah bisa merugikan inovasi dalam negeri.Klara Barlow
Diplomasi teknologi harus menjadi prioritas karena teknologi tidak bisa diisolasi secara mutlak tanpa mengganggu rantai pasok global dan kolaborasi riset.
