AS Percepat Izin Tambang Uranium untuk Kurangi Ketergantungan Impor Mineral
Sains
Iklim dan Lingkungan
13 Mei 2025
131 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
AS sedang berusaha untuk meningkatkan produksi mineral kritis untuk energi dan pertahanan.
Proses peninjauan lingkungan untuk proyek tambang uranium Velvet-Wood dipercepat menjadi hanya 14 hari.
Kekhawatiran mengenai dampak lingkungan dari tambang uranium terus menjadi perhatian organisasi lingkungan.
Amerika Serikat dan China baru-baru ini menurunkan tarif dagang, tapi mineral kritis seperti uranium dan vanadium tidak termasuk dalam kesepakatan. Mineral ini penting bagi energi bersih, pertahanan, dan teknologi. China kini mengendalikan ekspor mineral langka, sehingga AS ingin memproduksi sendiri untuk keamanan energi dan ekonomi.
Pemerintah Trump mengumumkan percepatan izin lingkungan untuk proyek tambang uranium Velvet-Wood di Utah. Biasanya proses izin memakan waktu bertahun-tahun, tapi kini dipangkas menjadi hanya 14 hari agar produksi bisa segera dimulai. Proyek ini akan menghasilkan uranium yang penting untuk tenaga nuklir dan keamanan nasional.
Tambang Velvet-Wood juga akan menghasilkan vanadium, logam yang digunakan untuk baterai dan memperkuat baja. Pasar global vanadium bernilai miliaran dolar dan diperkirakan tumbuh seiring berkembangnya energi terbarukan. Lokasi tambang adalah area bekas operasi dengan dampak minimal terhadap permukaan tanah baru.
Namun, percepatan izin ini mendapat kritik dari kelompok lingkungan yang menganggap waktu evaluasi 14 hari terlalu singkat. Risiko pencemaran akibat tambang uranium bisa berlangsung ratusan tahun, sehingga diperlukan analisis mendalam dan hati-hati untuk mencegah kerusakan lingkungan jangka panjang.
Ketergantungan AS pada impor uranium sangat besar, sekitar 95 persen, dengan sebagian besar berasal dari Rusia. Untuk mengatasi kerentanan ini, Trump juga menggunakan undang-undang khusus untuk mendukung produksi mineral penting dalam negeri dan bahkan mendorong eksplorasi tambang di dasar laut. Ini merupakan bagian dari strategi untuk memastikan pasokan mineral kritis di tengah persaingan global.
Analisis Ahli
Jamie Rodriguez
Percepatan izin selama 14 hari terlalu singkat untuk menilai dampak lingkungan jangka panjang proyek pertambangan uranium yang bisa menimbulkan kontaminasi berbahaya selama berabad-abad.

