AI summary
Apple berencana menaikkan harga iPhone terbaru sebagai respons terhadap perkembangan pasar. Perusahaan kini mengimpor iPhone dari India untuk mengurangi dampak tarif dari China. Pemerintah AS dan China setuju untuk menghentikan tarif timbal balik selama 90 hari untuk diskusi lebih lanjut. Apple berencana menaikkan harga iPhone seri terbaru yang akan diluncurkan pada akhir tahun 2025. Hal ini dipicu oleh kenaikan tarif impor AS atas produk yang diproduksi di China, walaupun Apple berusaha menghindari dampak langsung pada harga.Menurut laporan The Wall Street Journal, Apple mempertimbangkan kenaikan harga tidak hanya berdasarkan tarif, tapi juga perubahan dalam fitur dan desain produk baru. Hal ini jadi strategi agar konsumen menerima kenaikan harga dengan nilai tambah.Kenaikan tarif impor AS diperkirakan akan merugikan Apple hingga US$900 juta pada kuartal ketiga 2025. Untuk mengurangi beban tersebut, Apple kini mengalihkan sebagian besar produksi iPhone dari China ke India, agar terhindar dari tarif resiprokal.Sementara itu, AS dan China telah setuju menghentikan tarif timbal balik selama 90 hari untuk membuka peluang diskusi perdagangan lebih lanjut. Pemerintah AS juga memberikan pengecualian tarif utama pada produk teknologi penting seperti telepon pintar dan semikonduktor.Dengan semua upaya ini, Apple juga dikabarkan akan meluncurkan iPhone ultra-tipis tahun ini yang diharapkan mampu menarik minat pasar meski ada kemungkinan kenaikan harga karena faktor eksternal seperti tarif impor.
Apple berupaya keras menjaga harga iPhone agar tetap kompetitif meskipun menghadapi tekanan tarif impor yang meningkat; ini menunjukkan strategi adaptasi yang cermat dan responsif terhadap perubahan geopolitik. Namun, ketergantungan pada rantai pasok China belum sepenuhnya hilang, sehingga risiko kenaikan harga tetap ada jika perang dagang kembali memanas.