Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Ancaman Privasi dan Keamanan Siber di Era Digital Pemerintahan Trump

Teknologi
Keamanan Siber
Wired Wired
26 Apr 2025
248 dibaca
2 menit
Ancaman Privasi dan Keamanan Siber di Era Digital Pemerintahan Trump

Rangkuman 15 Detik

Pentingnya memerhatikan privasi dan keamanan saat bepergian, terutama terkait perangkat elektronik.
Paus Fransiskus meninggal, memicu proses pemilihan paus baru.
Kerugian akibat kejahatan siber terus meningkat, menunjukkan perlunya peningkatan keamanan digital.
Kebijakan imigrasi yang ketat di Amerika Serikat memicu kekhawatiran masyarakat tentang privasi dan keamanan saat melewati perbatasan, terutama soal penggeledahan perangkat elektronik oleh petugas. Tindakan pencegahan seperti menghapus aplikasi tertentu atau menggunakan perangkat khusus saat bepergian dapat membantu mengurangi risiko. Kelompok yang dikaitkan dengan Elon Musk, Department of Government Efficiency (DOGE), berhasil menyusup ke sistem pemerintah AS, termasuk di Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan. Ini mengungkap besarnya data yang dimiliki pemerintah mengenai warga Amerika Serikat. Paus Fransiskus wafat dan proses pemilihan paus baru (konklaf) diamankan dengan berbagai langkah pengamanan ketat untuk menghindari bocornya informasi, termasuk penggunaan teknologi pelindung seperti jammer sinyal dan film penutup jendela. Google mengumumkan peluncuran email terenkripsi end-to-end untuk pengguna Workspace, namun sistem ini berpotensi dimanfaatkan oleh penipu lewat undangan palsu yang dapat meningkatkan risiko phishing. Sementara itu, rencana Google untuk menghapus cookie pelacak pihak ketiga di Chrome dibatalkan akibat tekanan dari industri dan regulator. Tingkat kejahatan siber di AS pada tahun 2024 mencapai rekor tertinggi dengan kerugian mencapai 16,6 miliar dolar. Penipuan investasi dan email bisnis menjadi penyumbang utama kerugian besar tersebut. Selain itu, jaringan scam besar di Asia Tenggara yang juga melibatkan korban perdagangan manusia menghasilkan keuntungan milyaran dolar tiap tahun.

Analisis Ahli

Benedikt Hofmann
Menyatakan bahwa sindikat penipuan di Asia Tenggara berkembang pesat dan dampaknya luas hingga ke luar wilayah tersebut, seperti kanker yang terus menyebar.
Anthony Chavez
Menegaskan bahwa ketidaksepakatan berbagai pihak tentang penggantian cookie pihak ketiga menyebabkan Google mempertahankan penggunaan cookie di Chrome.