Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Peneliti Biomekanika Terkenal Kembali ke China dan Hadapi Pelecehan Online

Sains
Fisika dan Kimia
SCMP SCMP
09 Mei 2025
145 dibaca
1 menit
Peneliti Biomekanika Terkenal Kembali ke China dan Hadapi Pelecehan Online

Rangkuman 15 Detik

Lin Shaozhen adalah peneliti terkemuka dalam bidang biomekanika yang baru-baru ini kembali ke Tiongkok.
Lin mengalami sindiran online terkait penampilannya, yang menyebabkan perhatian publik.
Universitas Sun Yat-sen mendapatkan profesor baru yang memiliki latar belakang akademik yang kuat dan pengalaman internasional.
Lin Shaozhen adalah peneliti muda yang sangat ternama di bidang biomekanika. Dia telah meniti karier internasional yang sukses dengan bekerja di universitas-universitas di luar negeri seperti di Prancis dan Singapura sebelum kembali ke Tiongkok. Pada bulan Februari, Lin mulai bekerja sebagai profesor dan pembimbing doktoral di Sun Yat-sen University yang terletak di Guangzhou. Ini menjadi langkah penting karena menunjukkan pengakuan terhadap prestasi akademiknya di tanah air. Sayangnya, semenjak pengangkatannya, Lin menghadapi pelecehan online dari netizen di media sosial China, terutama karena kondisi fisik yang membuat kepalanya miring. Kondisi ini disebut torticollis kongenital atau dikenal juga dengan wryneck. Lin sendiri berasal dari sebuah kota bernama Ganzhou di provinsi Jiangxi. Ia adalah bagian dari program pendidikan khusus yang membantu siswa berprestasi yang membutuhkan dukungan dalam sekolah menengah atas, yang dikenal dengan nama program hongzhi. Secara akademis, Lin memiliki catatan yang sangat mengesankan dengan 41 publikasi ilmiah dan berkontribusi di jurnal bergengsi. Ini menunjukan bahwa meskipun mendapat pelecehan, prestasi ilmunya tetap tinggi dan diakui dunia.

Analisis Ahli

Prof. Zhang Wei (Ahli Biomekanika)
Kembalinya Lin ke China menandakan peluang besar bagi pengembangan riset biomekanika di dalam negeri, terutama di Sun Yat-sen University, yang bisa menjadi pusat unggulan bidang ini.
Dr. Mei Ling (Psikolog Klinis)
Pelecehan berbasis kondisi fisik sangat merusak dan dapat berdampak negatif pada kesehatan mental individu. Pendidikan publik penting agar masyarakat lebih memahami dan menghargai kondisi fisik orang lain.