Perjalanan Inspiratif Zhang Chengqi: Dari Desa ke Pelopor AI di Tiongkok
Teknologi
Kecerdasan Buatan
20 Mei 2025
153 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Zhang Chengqi merupakan salah satu pelopor dalam bidang kecerdasan buatan di China.
Pengalamannya menunjukkan tantangan yang dihadapi individu dari latar belakang sosial yang kurang beruntung dalam mengakses pendidikan.
Kembalinya Zhang ke China mencerminkan komitmennya untuk berkontribusi pada pengembangan penelitian AI di negara asalnya.
Zhang Chengqi lahir tahun 1957 di sebuah desa kecil di Linyi, Shandong, China, dalam era di mana banyak anak muda kota dipindahkan ke pedesaan dalam kampanye pemerintah. Karena latar belakangnya yang sederhana, ia mengalami kesulitan besar untuk bisa masuk universitas meskipun memiliki kecerdasan tinggi.
Pada 1978, Zhang akhirnya berhasil lulus ujian masuk perguruan tinggi dan diterima di Universitas Fudan di Shanghai. Di sana ia mulai belajar ilmu komputer dan menjadi salah satu mahasiswa pertama yang mempelajari kecerdasan buatan di China pada tahun 1980-an.
Selama karier akademisnya, Zhang banyak meneliti bidang kecerdasan buatan terdistribusi dan data mining. Ia menulis lebih dari 350 makalah ilmiah dan dikutip hampir 40.000 kali di seluruh dunia, menjadikannya salah satu peneliti terkemuka di bidangnya.
Zhang sempat berkarier di Australia sebagai profesor dan wakil rektor di University of Technology Sydney. Setelah bekerja puluhan tahun di luar negeri, ia kembali ke China dan saat ini mengemban tugas sebagai profesor dan direktur riset di Hong Kong Polytechnic University dan Shenzhen Research Institute.
Kisah Zhang menunjukkan bagaimana ketekunan dan kerja keras dapat mengatasi batasan sosial dan latar belakang sederhana. Ia menjadi inspirasi bagi banyak orang bahwa kesulitan masa muda tidak menentukan masa depan seseorang, terutama di bidang teknologi dan akademis.
Analisis Ahli
Andrew Ng
Kembalinya pionir AI seperti Zhang sangat penting untuk kemajuan ekosistem AI di Tiongkok, dan menunjukkan integrasi global di riset dan pengembangan AI.Fei-Fei Li
Cerita Zhang memberikan inspirasi bahwa hambatan sosial dapat dilampaui dengan kerja keras, dan keahliannya akan membantu memperluas cakupan riset AI yang bertanggung jawab.Yoshua Bengio
Pelibatan akademisi berpengalaman di pusat riset seperti Shenzhen Research Institute akan memperkuat kolaborasi internasional dan inovasi AI.

