TLDR
Reaktor BEST di China bertujuan untuk menjadi langkah maju dalam teknologi fusi nuklir. Fusi nuklir memiliki potensi untuk menghasilkan energi bersih dengan limbah yang lebih sedikit dibandingkan dengan fusi nuklir. Persaingan antara China dan AS dalam pengembangan teknologi fusi semakin ketat, dengan kedua negara berusaha untuk mencapai keuntungan energi bersih. Sebagai dunia bergerak menuju sumber energi yang lebih bersih, negara-negara berlomba untuk membangun sumber daya generasi berikutnya yang dapat memenuhi kebutuhan energi kita tanpa emisi lebih lanjut. Teknologi fusi nuklir adalah alternatif yang layak karena meniru proses pembangkitan energi bintang, tetapi tidak melepaskan gas yang memanaskan planet. Teknologi ini telah dikembangkan selama beberapa dekade, tetapi mendapatkan momentum setelah National Ignition Facility (NIF) di AS menunjukkan bahwa keuntungan energi bersih dapat dicapai.Reaktor fusi BEST yang sedang dibangun di China mengikuti desain tokamak yang populer, yang menggunakan wadah berbentuk donat untuk bekerja dengan plasma yang dipanaskan hingga suhu jauh lebih tinggi dari permukaan Matahari. Pada suhu ini, isotop hidrogen menyatu membentuk molekul helium dan menghasilkan sejumlah besar energi yang dapat dimanfaatkan. Dibandingkan dengan fisi nuklir, proses fusi menghasilkan limbah radioaktif yang jauh lebih sedikit dan lebih mudah dikelola.China mendorong agar reaktor BEST siap dalam waktu singkat, dengan pembangunan sipil yang telah selesai dalam dua tahun dan komponen sistem yang mencapai kesiapan operasional. Reaktor ini dijadwalkan selesai pada November 2027. Meskipun menggunakan magnet yang kurang kuat dibandingkan dengan sistem SPARC di AS, reaktor BEST bertujuan untuk menghasilkan lima kali lipat energi yang digunakan, dibandingkan dengan SPARC yang hanya bertujuan untuk menggandakan energi yang digunakan.