Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

China Berupaya Kembangkan Energi Fusi Bersih untuk Saingi Barat

Sains
Iklim dan Lingkungan
climate-and-environment (5mo ago) climate-and-environment (5mo ago)
17 Okt 2025
100 dibaca
2 menit
China Berupaya Kembangkan Energi Fusi Bersih untuk Saingi Barat

Rangkuman 15 Detik

China berinvestasi besar-besaran dalam teknologi fusi nuklir untuk bersaing dengan dominasi Barat.
Proyek seperti EXL-50U menunjukkan kemajuan dalam pengembangan energi bersih di China.
Fusi nuklir memiliki potensi untuk menjadi sumber energi yang tidak terbatas dan ramah lingkungan.
Di sebuah laboratorium di Langfang, dekat Beijing, ilmuwan sedang menguji teknologi fusi nuklir yang berpotensi menjadi sumber energi bersih masa depan. Teknologi ini menggunakan tokamak kompak untuk menciptakan kondisi ekstrem yang memungkinkan inti hidrogen bergabung dan melepaskan energi besar. ENN Group, perusahaan energi bersih terkemuka di China, mengoperasikan perangkat EXL-50U yang dilengkapi dengan sistem pemanas khusus yang dapat meningkatkan suhu plasma hingga 100 juta derajat Celsius. Suhu tinggi ini sangat penting agar proses fusi dapat terjadi secara efektif. Misi utama dari riset ini adalah menghasilkan listrik dalam jumlah besar tanpa emisi karbon, sehingga bisa menjadi solusi energi global yang ramah lingkungan. Perusahaan seperti ENN bersama dengan berbagai perusahaan pemerintah dan swasta berlomba untuk menyelesaikan reaktor fusi komersial sebelum tahun 2035. China memadukan strategi pendanaan agresif, pengembalian para ahli dari luar negeri ke dalam negeri, dan prototyping cepat untuk mempercepat riset dan pengembangan teknologi ini. Langkah ini juga merupakan bagian dari ambisi China untuk tidak kalah dalam teknologi tinggi di tingkat global. Dengan kemajuan riset seperti ini, masa depan energi dunia bisa berubah secara signifikan. Jika berhasil, fusi nuklir akan menyediakan sumber energi bersih yang hampir tidak terbatas dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, membuka peluang baru untuk industri dan perlindungan lingkungan.

Analisis Ahli

Steven Cowley (mantan Direktur ITER)
China menunjukkan kemajuan signifikan dan dedikasi dalam pengembangan reaktor fusi yang dapat mempercepat realisasi energi fusi komersial lebih cepat dari yang diperkirakan.