AI summary
Perusahaan minyak besar menunjukkan perbedaan dalam kemampuan untuk bertahan di tengah penurunan harga minyak. Exxon Mobil berhasil meningkatkan produksi dan mempertahankan buyback saham, sementara BP mengalami penurunan laba yang signifikan. Shell terus menunjukkan kinerja yang kuat dengan hasil yang lebih baik dibandingkan BP, yang sedang dalam proses perubahan strategi. Pendapatan kuartal pertama perusahaan minyak besar menunjukkan perbedaan yang jelas dalam bagaimana mereka diposisikan untuk menghadapi penurunan harga minyak. Exxon Mobil dan Shell mempertahankan laju pembelian kembali saham, sementara Chevron dan BP mengurangi pembelian kembali saham pada kuartal kedua. Exxon diuntungkan oleh produksi yang melimpah dari ladang minyak Guyana dan berusaha mengurangi biaya operasional.Chevron mengumumkan akan memberhentikan hingga 20% stafnya untuk menyederhanakan bisnis dan mengurangi biaya. Chevron juga berusaha membeli saham salah satu mitra minoritas Exxon di proyek Guyana, Hess, namun Exxon mengklaim memiliki hak penolakan pertama atas saham Hess. Shell berencana membeli kembali saham senilai $3,5 miliar selama tiga bulan ke depan, sementara BP mengalami penurunan laba sebesar 48% dan mengurangi program pembelian kembali saham.BP meningkatkan perkiraan penjualan aset tahun ini menjadi antara $3 miliar dan $4 miliar. Analis memperkirakan BP bisa melewatkan ekspektasi konsensus untuk pendapatan kuartal kedua sebesar 20%. Shell mempertahankan anggaran investasinya antara $20 miliar dan $22 miliar untuk tahun ini, sementara BP mengurangi pengeluaran sebesar $500 juta menjadi anggaran $14,5 miliar.
Perusahaan minyak dengan basis produksi yang kuat dan biaya operasional rendah seperti Exxon memiliki keunggulan kompetitif yang nyata di tengah harga minyak yang volatile. Sementara itu, perusahaan yang melakukan pivot strategis seperti BP menghadapi risiko tinggi, dan gagal beradaptasi dengan perubahan pasar bisa berakibat fatal bagi posisi mereka.