AI summary
Chevron mengurangi rencana pembelian kembali sahamnya karena ketidakpastian ekonomi. Harga minyak tertekan akibat keputusan OPEC+ dan tarif yang diumumkan oleh AS. Chevron menghadapi tantangan dalam operasinya di Kazakhstan dan Venezuela yang dipengaruhi oleh faktor geopolitik. Chevron melaporkan pendapatan kuartal pertama yang sesuai dengan perkiraan Wall Street, namun mengumumkan akan mengurangi pembelian kembali saham pada kuartal ini. Hal ini mencerminkan prospek ekonomi yang tidak stabil yang dihadapi oleh perusahaan minyak besar. Harga minyak yang menurun sejak pengumuman tarif oleh Presiden AS Donald Trump dan keputusan OPEC+ untuk meningkatkan produksi telah menekan harga minyak lebih lanjut.Chevron membayar $3 miliar dalam bentuk dividen dan membeli kembali saham senilai $3,9 miliar selama kuartal tersebut. Pada kuartal kedua, perusahaan mengharapkan untuk membeli kembali antara $2 miliar dan $3,5 miliar saham. Produksi minyak global Chevron mencapai 3,35 juta barel setara minyak per hari, sama dengan periode yang sama tahun lalu.Chevron juga menghadapi tantangan geopolitik di Kazakhstan dan Venezuela. CEO Chevron, Mike Wirth, bertemu dengan Presiden Kazakhstan untuk membahas perpanjangan kontrak proyek hingga 2033. Sementara itu, lisensi operasi Chevron di Venezuela akan berakhir pada 27 Mei, dan perusahaan sedang berdialog dengan pemerintah AS mengenai perpanjangan lisensi tersebut.
Chevron tampaknya berusaha keras menjaga kepercayaan investor dengan tetap melaksanakan pembelian saham dan pertumbuhan dividen meski harga minyak menurun. Namun, risiko geopolitik dan tekanan pasar global ini bisa memaksa mereka untuk menyesuaikan strategi lebih agresif jika kondisi ekonomi terus memburuk.