Shell Tahan Program Buyback Saham Meskipun Laba Turun dan Harga Minyak Anjlok
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
02 Mei 2025
40 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Shell melaporkan laba yang lebih rendah tetapi tetap berkomitmen pada program buyback saham.
BP mengurangi buyback sahamnya untuk memperkuat neraca keuangan, berbeda dengan strategi Shell.
Harga minyak yang turun mempengaruhi margin dan laba, tetapi Shell tetap optimis dengan rencana investasinya.
Shell melaporkan penurunan laba bersih kuartal pertama sebesar 28% menjadi Rp 93.19 triliun ($5,58 miliar) , namun tetap mempertahankan program pembelian kembali saham. Hal ini berbeda dengan BP yang mengurangi pembelian kembali saham untuk memperkuat neraca keuangan dan memenangkan kembali kepercayaan investor.
Shell akan membeli kembali saham senilai Rp 58.45 triliun ($3,5 miliar) selama tiga bulan ke depan, menjadikannya kuartal ke-14 berturut-turut dengan program pembelian kembali saham minimal Rp 50.10 triliun ($3 miliar) . Rasio utang terhadap ekuitas Shell sebesar 18,7% lebih rendah dibandingkan BP yang sebesar 25,7%.
Shell juga mengurangi anggaran investasi tahunan menjadi Rp 334.00 ribu ($20) -Rp 367.40 triliun ($22 miliar) untuk tahun ini dan berencana mengembalikan lebih banyak uang kepada pemegang saham dengan harapan penjualan gas alam cair yang lebih tinggi. Meskipun harga minyak turun, Shell tetap berkomitmen untuk membeli kembali saham bahkan jika harga minyak turun menjadi Rp 835.00 ribu ($50) per barel.
Analisis Ahli
Fatih Birol
Strategi Shell mencerminkan adaptasi yang cermat terhadap pasar energi yang volatil, menunjukkan bagaimana perusahaan besar harus menyeimbangkan antara pengembalian kepada pemegang saham dan pengelolaan neraca keuangan.