Tarif Impor Trump Membayangi Kinerja Kuat Apple, Saham Turun 4%
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
03 Mei 2025
124 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Apple menghadapi tantangan besar akibat tarif yang diterapkan oleh pemerintah AS.
Perusahaan berusaha mendiversifikasi rantai pasokan untuk mengurangi dampak tarif.
Pandangan ke depan untuk pendapatan Apple tetap tidak pasti, tergantung pada kebijakan perdagangan yang akan datang.
Apple melaporkan pendapatan yang lebih baik dari perkiraan berkat penjualan iPhone yang kuat, tetapi sahamnya turun 4% karena prospek yang tidak jelas akibat tarif yang diberlakukan oleh Presiden Trump. CEO Apple, Tim Cook, memperingatkan bahwa perusahaan akan mengalami kerugian Rp 15.03 triliun ($900 juta) dari tarif pada kuartal ketiga. Apple sangat rentan terhadap tarif karena sebagian besar pendapatannya berasal dari produk yang dibuat di luar negeri.
Meskipun produk Apple sebagian besar dikecualikan dari tarif untuk saat ini, administrasi Trump telah mengisyaratkan bahwa mereka dapat memberlakukan kembali tarif pada komputer dan perangkat lain. Apple sedang bekerja untuk mendiversifikasi rantai pasokannya dengan memindahkan produksi ke India dan Vietnam, tetapi tarif pada negara-negara tersebut sementara ditangguhkan saat administrasi Trump merundingkan kesepakatan perdagangan.
Analis dari Jefferies dan UBS mengungkapkan kekhawatiran tentang potensi penurunan penjualan iPhone dan dampak jangka panjang dari tarif. Apple harus menunggu informasi lebih lanjut dari administrasi Trump mengenai kesepakatan perdagangan atau penyelidikan tarif semikonduktor. Sementara itu, Apple harus menghadapi ketidakpastian dan dampak finansial dari tarif yang berlaku.
Analisis Ahli
Edison Lee
Setiap kenaikan 1% tarif dapat menurunkan laba pra-pajak Apple sebesar 1,5% pada tahun fiskal 2025 tanpa kenaikan harga jual.David Vogt
Panduan pendapatan Apple untuk kuartal Juni lebih rendah dari ekspektasi dan ada kekhawatiran bahwa penjualan iPhone mungkin menurun dibandingkan tahun sebelumnya.