Tarif dan AI Jadi Tantangan Besar Apple, Tim Cook Beri Penjelasan Terbatas
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
02 Mei 2025
73 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Ketidakpastian tarif dan persaingan di China menjadi tantangan besar bagi Apple.
Apple berusaha untuk mendiversifikasi rantai pasokan dengan meningkatkan produksi di India.
Apple Intelligence menunjukkan potensi untuk meningkatkan penjualan iPhone, meskipun peluncurannya tertunda.
Investor Apple memiliki banyak kekhawatiran tahun ini terkait tarif, AI, dan diversifikasi rantai pasokan dari China. Selama panggilan pendapatan kuartal kedua, Tim Cook memberikan lebih banyak detail tentang beberapa topik daripada yang lain. Cook mengatakan bahwa dampak tarif sangat sulit untuk diprediksi di luar bulan Juni.
Apple mengharapkan potensi kerugian Rp 15.03 triliun ($900 juta) untuk kuartal Juni jika tarif global saat ini tidak berubah. Apple juga mencoba mendiversifikasi rantai pasokannya dari China, dengan harapan sebagian besar iPhone yang dijual di AS akan berasal dari India pada kuartal Juni. Namun, penjualan di wilayah Greater China turun 2% untuk kuartal ini karena persaingan ketat dari Huawei.
Apple Intelligence mengalami peluncuran yang lambat, dengan penundaan dalam peluncuran Siri. Meskipun demikian, di pasar di mana Apple Intelligence telah diluncurkan, kinerja iPhone 16 lebih kuat dibandingkan dengan pasar lain. Ketidakpastian tarif dan AI membebani pendapatan Apple, dengan saham turun hampir 4% pada hari Jumat.
Analisis Ahli
Dipanjan Chatterjee
Ketidakpastian tarif yang terus berubah membuat perencanaan bisnis sangat rumit, sehingga Apple perlu fleksibilitas tinggi dalam rantai pasokannya.Ben Wood
Walaupun investasi di India mulai menunjukkan hasil, restrukturisasi pasokan global bukanlah hal yang instan karena jaringan manufaktur Cina sangat solid.