Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Shell Pilih Beli Kembali Saham daripada Ambil Alih BP yang Terpuruk

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
investment-and-capital-markets (10mo ago) investment-and-capital-markets (10mo ago)
02 Mei 2025
87 dibaca
1 menit
Shell Pilih Beli Kembali Saham daripada Ambil Alih BP yang Terpuruk

Rangkuman 15 Detik

Shell lebih memilih untuk membeli kembali saham daripada mengakuisisi BP.
BP mengalami penurunan nilai yang signifikan dalam setahun terakhir.
Shell terus melanjutkan rencana beli kembali saham selama 14 kuartal berturut-turut.
CEO Shell, Wael Sawan, menyatakan bahwa ia lebih memilih untuk membeli kembali saham perusahaannya sendiri daripada meluncurkan tawaran pengambilalihan untuk pesaingnya, BP. Hal ini disampaikan dalam sebuah wawancara dengan Financial Times. BP telah kehilangan lebih dari 30% nilainya dalam 12 bulan terakhir, yang membuatnya menjadi target potensial untuk akuisisi. Pada hari yang sama, Shell melaporkan hasil kuartal pertama yang kuat yang melampaui ekspektasi keuntungan dan meluncurkan buyback saham senilai Rp 58.45 triliun ($3,5 miliar) . Ini menandai kuartal ke-14 berturut-turut di mana Shell mempertahankan rencana buyback setidaknya Rp 50.10 triliun ($3 miliar) . Sementara itu, BP mengurangi buyback tahun ini untuk memperkuat neraca dan memenangkan kembali kepercayaan investor. Saham Shell naik 2,3% menjadi 2.492,5 pence pada pukul 11:56 GMT, sementara saham BP turun 0,6%. Keputusan Shell untuk fokus pada buyback saham menunjukkan strategi perusahaan untuk meningkatkan nilai pemegang saham dan memperkuat posisinya di pasar.

Analisis Ahli

John Kemp (Senior Market Analyst)
Langkah Shell menunjukkan kepercayaan tinggi terhadap kekuatan internal perusahaan dan menolak risiko besar yang melekat pada pengambilalihan, yang bisa sangat kompleks dan mahal dalam kondisi pasar minyak yang berfluktuasi.
Helima Croft (Head of Commodity Strategy)
Pembelian kembali saham berulang kali adalah sinyal positif bagi pasar bahwa Shell optimis dengan pertumbuhan jangka panjangnya dan ingin mempertahankan kontrol yang kuat atas sahamnya daripada memperluas dengan pengambilalihan besar.