Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Moderna Keluarkan Laba Kuartal Lebih Baik Ditopang Pemotongan Biaya dan Vaksin Baru

Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
health-and-medicine (10mo ago) health-and-medicine (10mo ago)
01 Mei 2025
188 dibaca
1 menit
Moderna Keluarkan Laba Kuartal Lebih Baik Ditopang Pemotongan Biaya dan Vaksin Baru

Rangkuman 15 Detik

Moderna mengalami penurunan pendapatan akibat permintaan vaksin COVID-19 yang menurun.
Perusahaan berencana untuk mengurangi biaya operasional hingga $1,7 miliar pada tahun 2027.
FDA membutuhkan data tahap akhir untuk menyetujui vaksin kombinasi COVID-19 dan influenza.
Moderna melaporkan laba dan penjualan kuartal pertama yang melebihi perkiraan Wall Street, berkat upaya pemotongan biaya setelah permintaan vaksin COVID-19 menurun pasca-pandemi. Perusahaan ini juga mengumumkan bahwa mereka tidak mengharapkan persetujuan regulator untuk vaksin kombinasi COVID-19 dan influenza hingga 2026. Moderna berencana mengurangi biaya operasional yang disesuaikan hingga Rp 28.39 triliun ($1,7 miliar) pada 2027, dengan perkiraan biaya operasional antara Rp 78.49 triliun ($4,7 miliar) dan Rp 83.50 triliun ($5 miliar) . Kerugian yang disesuaikan untuk kuartal pertama adalah Rp 4.21 juta ($2,52) per saham, lebih baik dari perkiraan analis sebesar Rp 5.24 juta ($3,14) per saham. Pendapatan kuartalan Moderna mencapai Rp 1.80 triliun ($108 juta) , turun 35% dari tahun lalu, tetapi sedikit di atas perkiraan analis. Vaksin COVID-19 Spikevax menghasilkan Rp 1.40 triliun ($84 juta) , sementara vaksin RSV mRESVIA menghasilkan Rp 33.40 miliar ($2 juta) . Moderna berharap pendapatan dari vaksin mRNA baru dapat menggantikan penurunan penjualan vaksin COVID-19.

Analisis Ahli

Dr. Anthony Fauci
Pemulihan industri vaksin sangat bergantung pada data uji klinis yang solid dan kepercayaan regulator terhadap keamanan serta efektivitas produk baru seperti vaksin kombinasi yang sedang dikembangkan Moderna.