Novavax Bekerja Keras Hadapi Penundaan Aturan FDA untuk Vaksin COVID-19
Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
08 Mei 2025
63 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Novavax berusaha mendapatkan persetujuan penuh untuk vaksin COVID-19 mereka setelah keterlambatan dari FDA.
Perusahaan mengalami peningkatan pendapatan yang signifikan berkat pengakuan pendapatan dari perjanjian sebelumnya.
Komitmen pasca-pemasaran yang diminta oleh FDA menunjukkan adanya langkah-langkah tambahan yang perlu dilakukan setelah vaksin disetujui.
Novavax mengalami penundaan dalam mendapatkan persetujuan penuh FDA untuk vaksin COVID-19 mereka yang awalnya ditargetkan pada 1 April. Penundaan ini menyebabkan kekhawatiran di kalangan investor mengenai masa depan vaksin tersebut.
CEO Novavax, John Jacobs, menyampaikan bahwa pihaknya sedang berdiskusi dengan FDA mengenai komitmen uji pasca-pemasaran yang harus dilakukan setelah vaksin disetujui. Mereka percaya masih ada jalan untuk mengatasi masalah ini dan mendapatkan persetujuan penuh.
Pendapatan Novavax melonjak tajam di kuartal pertama tahun ini menjadi 667 juta USD, jauh melampaui ekspektasi analis. Kenaikan ini terutama karena pengakuan pendapatan dari pembatalan perjanjian pembelian di Kanada dan Selandia Baru.
Novavax berharap dengan mendapat persetujuan penuh, mereka bisa memperluas penggunaan vaksin dan lebih kompetitif dibanding pesaing yang menggunakan teknologi mRNA seperti Moderna dan Pfizer. Novavax sendiri menggunakan teknologi vaksin berbasis protein yang lebih lama.
Selain pengembangan vaksin COVID-19, Novavax juga menggantungkan harapan pada pendapatan dari kerjasama lisensi dengan Sanofi serta vaksin lain yang sedang dikembangkan, menunjukkan strategi diversifikasi bisnis mereka.
Analisis Ahli
Paul Offit (ahli vaksin)
Keterlambatan Novavax bukan hal yang luar biasa dalam proses persetujuan vaksin, namun transparansi perusahaan dalam membangun komunikasi yang konstruktif dengan FDA sangat krusial untuk keberhasilan jangka panjang.Dr. Anthony Fauci
Persetujuan penuh Novavax akan memberikan alat tambahan penting dalam melawan COVID-19, terutama bagi segmen populasi yang mungkin lebih memilih vaksin berbasis protein dibandingkan teknologi mRNA.