Novavax Pangkas Kerugian Dengan Strategi Baru dan Lisensi Vaksin
Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
27 Feb 2025
151 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Novavax mengalami penurunan penjualan vaksin COVID-19 yang signifikan.
Perusahaan telah menandatangani kesepakatan lisensi dengan Sanofi untuk memperluas distribusi vaksinnya.
Penunjukan Robert F. Kennedy Jr. sebagai kepala Departemen Kesehatan berdampak pada pasar vaksin.
Novavax melaporkan kerugian yang lebih kecil pada kuartal keempat tahun lalu, berkat pengurangan biaya penjualan dan administrasi untuk vaksin COVID-19, satu-satunya produk yang mereka miliki di pasaran. Penjualan vaksin COVID mereka mencapai Rp 831.66 miliar ($49,8 juta) , turun 80,2% dibandingkan tahun sebelumnya. Perusahaan ini telah menandatangani kesepakatan lisensi senilai setidaknya Rp 20.04 triliun ($1,2 miliar) dengan Sanofi, perusahaan obat asal Prancis, untuk menjual vaksin mereka di beberapa pasar, termasuk Amerika Serikat dan Eropa.
Novavax berencana untuk terus menjual vaksin di AS selama paruh pertama tahun ini sebelum menyerahkan pasar kepada Sanofi mulai musim vaksinasi 2025-2026. Mereka berharap mendapatkan pendapatan dari kesepakatan dengan Sanofi dan vaksin yang sedang dikembangkan, termasuk vaksin kombinasi COVID-flu. Meskipun mengalami kerugian bersih sebesar Rp 1.35 triliun ($81 juta) pada kuartal tersebut, Novavax memiliki kas dan piutang sebesar Rp 15.66 triliun ($938 juta) pada akhir tahun 2024.
Analisis Ahli
Dr. Anthony Fauci
Pengembangan vaksin berbasis protein memang lebih lambat, namun tetap penting untuk diversifikasi teknologi vaksin dan pendekatan imunisasi yang berbeda.Prof. Sarah Gilbert
Kemitraan lisensi adalah solusi strategis yang cerdas bagi perusahaan kecil untuk mengoptimalkan distribusi dan pemasaran produk, terutama di pasar global.