Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Huawei Kembangkan Chip AI Saingi Nvidia Ditengah Larangan Ekspor AS

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
investment-and-capital-markets (10mo ago) investment-and-capital-markets (10mo ago)
29 Apr 2025
301 dibaca
1 menit
Huawei Kembangkan Chip AI Saingi Nvidia Ditengah Larangan Ekspor AS

Rangkuman 15 Detik

Nvidia menghadapi tantangan besar akibat larangan ekspor chip ke China.
Huawei sedang mengembangkan chip AI baru yang dapat bersaing dengan produk Nvidia.
Dampak dari larangan ekspor dapat mengurangi pendapatan Nvidia secara signifikan.
Saham Nvidia mengalami penurunan lebih dari 2% setelah laporan bahwa Huawei sedang mempersiapkan chip AI baru yang lebih kuat dari chip H100 Nvidia. Huawei telah mendekati beberapa perusahaan teknologi China untuk menguji chip AI baru mereka, Ascend 910D, yang masih dalam tahap awal pengembangan. Laporan ini muncul setelah larangan ekspor chip Nvidia ke China oleh pemerintah AS. Nvidia mengungkapkan bahwa larangan ekspor ini akan menyebabkan kerugian sebesar Rp 91.85 triliun ($5,5 miliar) dan dapat mengurangi pendapatan hingga Rp 267.20 triliun ($16 miliar) tahun ini. China merupakan pasar penting bagi Nvidia, menyumbang Rp 283.90 triliun ($17 miliar) atau 13% dari pendapatan perusahaan pada tahun fiskal 2025. Selain itu, CEO Nvidia, Jensen Huang, telah mengunjungi China untuk bertemu dengan pejabat perdagangan. Huawei juga dilaporkan akan mengirim lebih dari 800.000 chip Ascend 910B dan 910C kepada pelanggan, termasuk operator telekomunikasi milik negara dan pengembang AI seperti ByteDance. Sementara itu, Nvidia sedang diselidiki oleh pemerintah AS terkait penggunaan chip AI-nya di China. Perkembangan ini menunjukkan dampak signifikan dari perang dagang AS-China terhadap industri teknologi global.

Analisis Ahli

Gil Luria
Estimasi hingga 40% pendapatan Nvidia berasal dari China, termasuk karena aktivitas penyelundupan chip, sehingga larangan ekspor akan berdampak besar pada pendapatan perusahaan.