Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Harga Minyak Turun, Exxon dan Chevron Terancam Pangkas Dividen dan Beli Saham

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
investment-and-capital-markets (11mo ago) investment-and-capital-markets (11mo ago)
28 Apr 2025
257 dibaca
1 menit
Harga Minyak Turun, Exxon dan Chevron Terancam Pangkas Dividen dan Beli Saham

Rangkuman 15 Detik

Harga minyak yang jatuh dapat mempengaruhi strategi pengembalian kas perusahaan minyak besar.
Exxon Mobil dan Chevron mungkin perlu menyesuaikan pembelian kembali saham dan pengeluaran mereka.
Proyeksi harga minyak yang lebih rendah dapat memicu kekhawatiran tentang permintaan minyak di masa depan.
Ketika Exxon Mobil dan Chevron melaporkan hasil kuartal pertama, investor akan fokus pada bagaimana penurunan harga minyak mempengaruhi dividen dan pembelian kembali saham. Harga minyak yang lebih rendah memberikan Big Oil lebih sedikit uang tunai untuk didistribusikan kepada pemegang saham. Pengumuman tarif global oleh Presiden AS Donald Trump telah memicu kekhawatiran resesi dan permintaan minyak yang lebih lemah. Chevron mungkin mengurangi pembelian kembali saham jika harga minyak yang lemah berlanjut, sementara Exxon berada dalam posisi yang lebih kuat untuk mempertahankan dividen dan pembelian kembali saham. Harga minyak mentah Brent global rata-rata Rp 125.22 juta ($74,98) per barel selama kuartal Januari-Maret, tetapi mulai jatuh bebas setelah Trump mengumumkan tarif pada mitra dagang. Chevron membutuhkan harga Brent Rp 1.59 juta ($95) per barel untuk menutupi dividen dan pembelian kembali saham dibandingkan dengan Rp 1.47 juta ($88) untuk Exxon. Kemungkinan perusahaan mengumumkan pemotongan belanja modal rendah dalam jangka pendek, tetapi bisa terjadi di kuartal mendatang. Pengeluaran untuk aset shale dan proyek transisi energi hijau akan paling siap untuk dipotong karena produksi shale dapat lebih cepat berhenti dan memulai kembali. Exxon mengharapkan untuk membeli kembali saham senilai Rp 334.00 triliun ($20 miliar) setiap tahun hingga 2026.

Analisis Ahli

Paul Cheng
Hasil kuartal ini akan kalah sorotannya oleh prospek ke depan karena gejolak pasar komoditas yang signifikan.
Jason Gabelman
Pemangkasan belanja modal kemungkinan fokus pada aset shale dan proyek transisi energi karena sifatnya yang lebih fleksibel.
RBC Capital Markets
Chevron dan Exxon memiliki titik harga berbeda dalam menutup biaya dividen dan buyback, dimana Chevron lebih tertekan.