AI summary
Harga minyak dipengaruhi oleh ketidakpastian dalam negosiasi perdagangan antara AS dan China. OPEC+ mungkin akan meningkatkan produksi minyak, yang dapat mempengaruhi pasar. Kejadian di Iran menunjukkan bahwa faktor geopolitik juga dapat mempengaruhi pasar energi. Harga minyak mentah turun lebih dari $1 per barel pada Senin pagi karena kekhawatiran permintaan yang timbul dari perang dagang antara Amerika Serikat dan China. Brent crude futures turun $1,09 atau 1,63% menjadi $65,78 per barel, sementara U.S. West Texas Intermediate crude turun $1,15 atau 1,82% menjadi $61,87 per barel. Perang dagang ini mendominasi sentimen investor dalam menggerakkan harga minyak, mengalahkan isu-isu lain seperti pembicaraan nuklir antara AS dan Iran serta ketidaksepakatan dalam koalisi OPEC+.Pasar telah diguncang oleh sinyal yang bertentangan dari Presiden AS Donald Trump dan Beijing mengenai kemajuan dalam meredakan perang dagang yang mengancam pertumbuhan global. Menteri Keuangan AS Scott Bessent tidak mendukung pernyataan Trump bahwa negosiasi dengan China sedang berlangsung, sementara Beijing membantah adanya pembicaraan. Beberapa anggota OPEC+ diperkirakan akan menyarankan percepatan peningkatan produksi minyak untuk bulan kedua berturut-turut pada pertemuan mereka pada 5 Mei.BNP Paribas memperkirakan harga Brent di kisaran tinggi $60 per barel pada kuartal kedua tahun ini. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi tetap sangat berhati-hati tentang keberhasilan negosiasi nuklir antara Iran dan Amerika Serikat yang berlangsung di Oman. Di Iran, ledakan besar di pelabuhan terbesar Bandar Abbas menewaskan setidaknya 40 orang dan melukai lebih dari 1.200 orang.
Ketidakpastian dari perang dagang AS-China jelas menjadi penentu utama harga minyak saat ini, melampaui faktor tradisional seperti konflik Timur Tengah. Pasar minyak kini sangat rentan terhadap pergeseran berita dan retorika politik yang cepat berubah, sehingga volatilitas harga diperkirakan akan bertahan dalam waktu dekat.