AI summary
Harga minyak dipengaruhi oleh hubungan dagang antara China dan AS. Kebijakan OPEC+ dan sanksi terhadap Iran dapat berdampak signifikan pada pasar minyak. Optimisme terhadap negosiasi perdagangan dapat memberikan dampak positif pada harga minyak. Harga minyak naik sedikit setelah China menyatakan kesediaannya untuk berbicara dengan Amerika Serikat mengenai tarif, meningkatkan harapan akan meredanya perang dagang antara dua ekonomi terbesar dunia. Brent crude futures naik 9 sen menjadi $62,22 per barel, sementara West Texas Intermediate crude futures naik 6 sen menjadi $59,30 per barel. Namun, untuk minggu ini, Brent mengalami penurunan 7% dan WTI turun 6%, penurunan mingguan terbesar dalam sebulan.Kementerian Perdagangan China mengatakan bahwa Beijing sedang mengevaluasi proposal dari Washington untuk mengadakan pembicaraan yang bertujuan mengatasi tarif yang diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump. Hal ini menandakan kemungkinan meredanya ketegangan perdagangan yang telah mengguncang pasar global. Kekhawatiran bahwa perang dagang yang lebih luas dapat mendorong ekonomi global ke dalam resesi dan mengurangi permintaan minyak telah membebani harga minyak dalam beberapa minggu terakhir.Harga minyak juga didukung oleh ancaman Trump untuk memberlakukan sanksi sekunder pada pembeli minyak Iran. Komentar Trump ini mengikuti penundaan pembicaraan AS dengan Iran mengenai program nuklirnya. Beberapa anggota OPEC+ akan menyarankan percepatan peningkatan output pada bulan Juni, meskipun Arab Saudi telah menyatakan ketidakbersediaannya untuk mendukung harga minyak dengan pemotongan pasokan lebih lanjut.
Situasi pasar minyak tetap rentan terhadap geopolitik dan dinamika perdagangan global yang tidak menentu, sehingga perubahan kecil dalam hubungan AS-China bisa berdampak signifikan. OPEC+ tampaknya menghadapi dilema antara menjaga harga minyak tetap kuat dan memenuhi permintaan produksi dari anggota-anggotanya, yang akan menciptakan volatilitas terus-menerus di pasar minyak.