AI Enoch Ungkap Usia Gulungan Laut Mati Lebih Tua dari Perkiraan
Teknologi
Kecerdasan Buatan
05 Jun 2025
278 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Alat Enoch membuka peluang baru dalam penelitian naskah kuno.
Penanggalan yang lebih akurat dapat mengubah pemahaman tentang sejarah awal Yudaisme dan Kekristenan.
Kerja sama multidisiplin sangat penting untuk mencapai temuan signifikan dalam penelitian ini.
Para peneliti dari University of Groningen berhasil menggabungkan teknologi AI dengan metode penanggalan tradisional untuk menentukan usia Gulungan Laut Mati dengan akurasi tinggi. Penggunaan sistem AI bernama Enoch memungkinkan mereka membaca gaya tulisan kuno dalam bahasa Ibrani dan Aram untuk memperkirakan tanggal penulisan manuskrip tersebut.
Sebelumnya, penanggalan gulungan hanya berdasarkan metode radiokarbon yang memiliki margin kesalahan cukup besar. Dengan menghubungkan data radiokarbon pada 24 sampel dengan analisis tulisan tangan menggunakan jaringan neural BiNet, Enoch dapat memberikan prediksi yang lebih presisi hingga ±30 tahun untuk gulungan antara 300 sampai 50 tahun sebelum Masehi.
Dari 135 gulungan yang dianalisis, AI ini memperkuat beberapa asumsi sebelumnya namun juga mengguncang paham yang sudah ada. Beberapa fragmen biblika ternyata berasal langsung dari masa penulis yang diduga, sedangkan gaya tulisan tertentu muncul lebih awal daripada yang diyakini selama ini, seperti gaya Hasmonaean dan Herodian.
Temuan penting ini membantu para ahli sejarah dan agama memahami lebih baik konteks waktu ketika gulungan-gulungan tersebut dibuat dan hubungannya dengan peristiwa sejarah yang penting, seperti dinasti Hasmonaean dan perkembangan agama Yahudi serta Kristen di zaman kuno.
Dengan kolaborasi lintas disiplin dari ilmu komputer, arkeologi, dan filologi, penelitian ini membuka pintu bagi pendekatan baru dalam studi manuskrip kuno yang bisa diterapkan pada koleksi manuskrip lain yang belum tertanggal dengan baik. Penelitian ini dipublikasikan di jurnal PLOS One.


