Shanghai Cetak Rencana Besar Tantang SpaceX dan Blue Origin di Ruang Angkasa
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
25 Apr 2025
259 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Shanghai berambisi untuk menjadi pemimpin dalam industri luar angkasa komersial.
Perusahaan-perusahaan di Shanghai akan mendapatkan dukungan finansial untuk pengembangan teknologi luar angkasa.
Rencana ini merupakan bagian dari upaya Tiongkok untuk bersaing dengan raksasa luar angkasa Amerika Serikat.
Shanghai meluncurkan rencana ambisius untuk memimpin pengembangan sektor ruang angkasa komersial China. Rencana ini muncul di tengah persaingan teknologi yang semakin intensif dengan Amerika Serikat. Shanghai berharap untuk meningkatkan nilai tahunan output industri ruang angkasa komersialnya menjadi 100 miliar yuan pada tahun 2027.
Shanghai akan memberikan subsidi hingga 300 juta yuan untuk perusahaan yang mengembangkan roket komersial, satelit, terminal, atau produk inti lainnya. Selain itu, Shanghai juga berencana untuk menutupi 10 persen dari biaya untuk perusahaan yang ingin meningkatkan kapasitas manufaktur mereka, hingga 100 juta yuan per proyek. Shanghai Spacecom Satellite Technology telah mulai membangun jaringan konstelasi satelit yang dirancang untuk menantang Starlink milik SpaceX.
Shanghai berharap untuk memanfaatkan posisinya sebagai basis utama Commercial Aircraft Corp of China. Layanan ruang angkasa komersial menyumbang Rp 2.20 quadriliun (US$131,8 miliar) dari produk domestik bruto AS pada tahun 2022. Dengan rencana ini, Shanghai berusaha untuk menjadi pesaing utama dalam industri ruang angkasa komersial global.
Analisis Ahli
Elon Musk
Dominasi di ruang angkasa komersial memerlukan inovasi cepat dan efisiensi biaya, dan kompetisi global hanya akan mempercepat kemajuan teknologi.Prof. Zhang Wei (Ahli Antariksa dari Universitas Tsinghua)
Penggabungan antara sektor penerbangan sipil dan ruang angkasa bisa menjadi keunggulan strategis Shanghai dalam membangun ekosistem ruang angkasa yang kuat.


