AI summary
Tiongkok berencana mengembangkan sistem manajemen lalu lintas luar angkasa untuk mengatasi kepadatan orbit rendah Bumi. Aliansi inovasi ruang angkasa dibentuk untuk mendukung pengembangan industri luar angkasa komersial. Proyek besar seperti G60 Starlink dan Guowang menunjukkan ambisi Tiongkok dalam memperluas kapasitas satelit. Orbit rendah Bumi diproyeksikan akan menjadi terlalu padat dengan sekitar 100.000 satelit, sehingga diperlukan manajemen lalu lintas ruang angkasa yang lebih baik. CNSA sedang mengembangkan sistem manajemen lalu lintas ruang angkasa untuk mengatur penempatan dan operasi satelit dengan lebih baik. Tanpa langkah-langkah ini, proyek yang tumpang tindih dan persaingan yang berulang dapat merusak pertumbuhan industri.Pemerintah China berencana memberikan dukungan kuat untuk sektor ruang angkasa komersial, yang sedang membangun beberapa konstelasi satelit berskala besar. Data industri menunjukkan bahwa China memiliki 58 pabrik satelit yang beroperasi, sedang dibangun, atau dalam tahap perencanaan. Output satelit China diperkirakan akan melebihi 5.000 unit per tahun pada akhir 2025.Beberapa proyek besar sedang berlangsung, termasuk jaringan komunikasi G60 Starlink dari Spacecom Satellite Technology yang diharapkan mencakup sekitar 15.000 satelit. Selain itu, ada Guowang Constellation dari China Satellite Network Group yang merencanakan 12.992 satelit dan proyek Honghu-3 dari LandSpace yang bertujuan meluncurkan 10.000 satelit. CNSA juga membentuk Aliansi Inovasi Ruang Angkasa Komersial untuk mengatasi tantangan di sektor ini.
Upaya China mengembangkan sistem manajemen lalu lintas antariksa adalah langkah kritis yang mencerminkan perlunya tata kelola global yang lebih baik di orbit rendah Bumi. Namun, fokus terlalu besar pada kuantitas tanpa kolaborasi internasional yang efektif dapat menyebabkan konflik dan memperburuk masalah debris antariksa.