CEO Boeing Optimis Perbaiki Manajemen dan Program Starliner yang Bermasalah
Bisnis
Manajemen dan Strategi Bisnis
24 Apr 2025
232 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Kelly Ortberg berkomitmen untuk memperbaiki manajemen dan kinerja Boeing.
Starliner menghadapi tantangan teknis yang signifikan yang perlu diatasi sebelum misi berikutnya.
NASA memiliki peran penting dalam menentukan arah misi Starliner ke depan.
CEO Boeing Kelly Ortberg memuji kinerja manajemen atas perusahaan dalam rapat umum tahunan, namun menyatakan bahwa ia tidak akan ragu untuk menambah personel jika diperlukan. Ortberg, yang mulai bekerja di Boeing pada Agustus 2024, bertugas memulihkan kejayaan perusahaan yang pernah menjadi raksasa korporat dan eksportir utama AS yang telah diguncang oleh berbagai krisis.
Ortberg juga menyebutkan bahwa Boeing sedang mengerjakan perbaikan teknik yang cukup sederhana untuk program Starliner. Program ini mengalami lima kegagalan pendorong selama penerbangannya ke Stasiun Luar Angkasa Internasional tahun lalu, serta kebocoran helium yang digunakan untuk menekan pendorong. NASA memutuskan untuk mengembalikan Starliner ke Bumi tanpa awak pada bulan September karena dianggap berisiko bagi astronot.
Boeing berencana untuk melakukan dua penerbangan lagi dalam kontrak yang ada, dan NASA akan menentukan apakah penerbangan tersebut akan berawak atau tidak. Ortberg memperkirakan bahwa penerbangan pertama kemungkinan akan tanpa awak, namun keputusan akhir ada di tangan NASA. Upaya Boeing untuk memperbaiki sistem propulsi Starliner telah menambah tantangan dalam pengembangan pesawat ruang angkasa yang telah menghabiskan biaya lebih dari Rp 33.40 triliun ($2 miliar) .
Analisis Ahli
Elon Musk
Boeing membutuhkan inovasi yang jauh lebih cepat dan pendekatan yang lebih radikal untuk mengejar ketertinggalan di industri antariksa.Gwynne Shotwell
Fokus pada pengujian yang ketat dan transparansi pada masalah teknis adalah kunci untuk memenangkan kembali kepercayaan pelanggan dan mitra seperti NASA.
