Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

NASA dan Boeing Bersiap Luncurkan Starliner Setelah Perbaikan Sistem Propulsi

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
astronomy-and-space-exploration (12mo ago) astronomy-and-space-exploration (12mo ago)
28 Mar 2025
208 dibaca
1 menit
NASA dan Boeing Bersiap Luncurkan Starliner Setelah Perbaikan Sistem Propulsi

Rangkuman 15 Detik

Boeing sedang berupaya memperbaiki sistem propulsi Starliner untuk misi berawak mendatang.
NASA dan Boeing bekerja sama untuk menyelesaikan masalah yang terjadi selama misi perdana Starliner.
Misi berawak Starliner direncanakan akan dilaksanakan antara akhir tahun ini hingga awal tahun depan.
NASA sedang mempersiapkan untuk mengesahkan pesawat luar angkasa Boeing, CST-100 Starliner, untuk penerbangan berawak yang direncanakan akhir tahun ini atau awal tahun 2026. Misi perdana Starliner ke Stasiun Luar Angkasa Internasional mengalami masalah pada sistem propulsinya, yang membuat misi yang seharusnya berlangsung selama delapan hari menjadi sembilan bulan. Astronot NASA, Butch Wilmore dan Suni Williams, akhirnya kembali ke Bumi menggunakan kapsul Dragon milik SpaceX. Tim NASA dan Boeing sedang bekerja sama untuk memperbaiki masalah pada sistem propulsi Starliner. Mereka sedang merencanakan serangkaian uji coba dan analisis yang akan dilakukan selama musim semi dan musim panas ini. Steve Stich, manajer Program Kru Komersial NASA, menyatakan bahwa penerbangan berikutnya kemungkinan akan dilakukan pada akhir tahun ini atau awal tahun depan. Pengembangan Starliner telah menelan biaya lebih dari Rp 33.40 triliun ($2 miliar) bagi Boeing, dan upaya untuk memperbaiki masalah ini menjadi tantangan tambahan bagi perusahaan tersebut. Meskipun ada hambatan, NASA tetap optimis untuk melanjutkan program penerbangan berawak ini.

Analisis Ahli

Steve Stich
Penerbangan berawak Starliner kemungkinan akan siap diluncurkan pada akhir 2024 atau awal 2025, setelah serangkaian pengujian sistem propulsi yang ketat.
Aatreyee Dasgupta
Masalah teknis yang dihadapi Boeing menambah tantangan besar dalam pengembangan pesawat ruang angkasa komersial yang aman dan efisien.