Boeing Starliner Alami Masalah Propulsi, NASA Pertimbangkan Uji Terbang Tambahan
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
20 Mar 2025
224 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Starliner mengalami masalah teknis yang signifikan yang menghambat kemajuan misi.
Boeing perlu melakukan uji coba tambahan untuk memastikan keamanan Starliner sebelum mengangkut astronot.
Crew Dragon dari SpaceX telah menjadi pilihan utama NASA untuk misi astronaut.
Boeing sedang menghadapi masalah dengan kapsul Starliner yang dirancang untuk mengangkut astronaut ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Setelah misi pertama yang seharusnya berlangsung selama delapan hari, kapsul ini terpaksa tinggal di luar angkasa selama sembilan bulan karena masalah pada sistem propulsinya. NASA mengatakan bahwa Starliner mungkin perlu melakukan satu uji coba tanpa awak lagi sebelum bisa mengangkut astronaut, setelah mengalami beberapa kegagalan thruster dan kebocoran helium.
Meskipun Starliner direncanakan untuk bersaing dengan kapsul Crew Dragon milik SpaceX, yang telah berhasil melakukan 11 misi astronaut, Boeing masih berusaha memperbaiki masalah teknis ini. Mereka telah menghabiskan lebih dari Rp 33.40 triliun ($2 miliar) untuk pengembangan Starliner dan berencana melakukan uji coba di darat musim panas ini untuk memastikan sistem propulsinya berfungsi dengan baik. Jika semua berjalan lancar, Starliner diharapkan bisa mulai mengangkut astronaut untuk misi NASA di masa depan.
Analisis Ahli
Steve Stich
Perlu dilakukan penerbangan tanpa awak tambahan untuk memastikan keandalan sistem propulsi yang tidak bisa diuji sepenuhnya di darat.

