TLDR
Tindakan keras terhadap visa mahasiswa internasional dapat merugikan penelitian dan inovasi di AS. Banyak mahasiswa internasional yang tidak memiliki catatan kriminal terancam status imigrasi mereka. Kontribusi mahasiswa internasional terhadap ekonomi AS sangat signifikan, mendukung banyak pekerjaan. Seorang mahasiswa doktoral AI di California menghadapi penghentian catatan SEVIS mereka, yang merupakan bukti digital visa pelajar yang sah, sehingga status imigrasi mereka terancam. Ini terjadi di tengah tindakan keras pemerintah AS terhadap visa pelajar internasional, yang telah mempengaruhi lebih dari seribu mahasiswa di seluruh negeri. Banyak dari mereka tidak diberi pemberitahuan atau jalan keluar yang memadai.Yisong Yue, seorang profesor pembelajaran mesin di Caltech, menyatakan bahwa sikap keras pemerintah AS terhadap visa pelajar merusak jalur bakat dan membuat AS menjadi tujuan yang kurang menarik bagi banyak peneliti berbakat. Beberapa mahasiswa dituduh mendukung kelompok militan atau terlibat dalam kegiatan antisemit, sementara yang lain ditargetkan karena pelanggaran hukum kecil seperti tiket kecepatan.Analisis oleh NAFSA menemukan bahwa mahasiswa internasional berkontribusi $43,8 miliar ke ekonomi domestik AS selama tahun akademik 2023-2024 dan mendukung lebih dari 378.000 pekerjaan. Yue menambahkan bahwa banyak peneliti senior di perusahaan seperti OpenAI dan Google khawatir tentang tinggal di AS. Tindakan keras ini dapat menghambat kemajuan penelitian dan inovasi di bidang AI.
Kebijakan aparat federal yang mengandalkan AI tanpa verifikasi manusia sangat berisiko menyebabkan ketidakadilan yang menyasar pelajar berbakat dan berdedikasi. Jika berlanjut, akan mengakibatkan kebocoran talenta dan kerugian besar bagi kemajuan teknologi serta ekonomi AS.