Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Mahasiswa Iran Gugat Kebijakan Visa Trump: Hambatan Wawancara Visa dan Pemeriksaan Media Sosial

Teknologi
Pengembangan Software
software-development (9mo ago) software-development (9mo ago)
29 Mei 2025
301 dibaca
1 menit
Mahasiswa Iran Gugat Kebijakan Visa Trump: Hambatan Wawancara Visa dan Pemeriksaan Media Sosial

Rangkuman 15 Detik

Penangguhan wawancara visa mahasiswa dapat mengakibatkan pelajar internasional kehilangan kesempatan untuk belajar di AS.
Ada kekhawatiran bahwa kebijakan visa lebih berat diterapkan pada pelajar dari negara-negara tertentu, termasuk Iran dan China.
Tindakan hukum diambil oleh pelajar untuk menentang kebijakan pemerintah yang dianggap sewenang-wenang dan diskriminatif.
Selama pemerintahan Trump, proses wawancara visa pelajar Iran dihentikan sementara untuk memeriksa kembali kebijakan verifikasi media sosial bagi semua pemohon visa. Hal ini membuat banyak mahasiswa kehilangan kesempatan untuk memulai studi mereka di universitas terkemuka AS. Sebanyak 15 mahasiswa dan peneliti Iran menggugat pemerintah AS atas penghentian wawancara visa ini, dengan alasan kebijakan tersebut melanggar Undang-Undang Prosedur Administratif yang melarang perubahan aturan secara sewenang-wenang. Keluhan ini masih tersegel dan belum dibuka ke publik. Para mahasiswa yang menggugat sudah mendapat penerimaan dari universitas terkenal seperti Yale dan Ohio State, serta telah menjalani wawancara, namun permohonan visa mereka masih tertahan dalam proses peninjauan keamanan nasional yang lama dan berlarut-larut. Pemerintah AS melalui Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengumumkan langkah-langkah ketat lainnya, termasuk pencabutan visa pelajar China yang dianggap memiliki hubungan dengan Partai Komunis China dan pengawasan ketat terhadap pelajar internasional lain yang terlibat dalam aktivitas politik atau sensor kebebasan berbicara. Kebijakan ini dianggap sebagai bagian dari pendekatan keras pemerintah Trump terhadap pelajar internasional dan universitas Amerika, yang menimbulkan kekhawatiran akan dampak negatif pada pertukaran pendidikan dan kerjasama global.