Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Transaksi Besar Jadi Alat Tawar Politik dalam Negosiasi Perdagangan Global

Bisnis
Ekonomi Makro
macro-economics (11mo ago) macro-economics (11mo ago)
21 Apr 2025
221 dibaca
1 menit
Transaksi Besar Jadi Alat Tawar Politik dalam Negosiasi Perdagangan Global

Rangkuman 15 Detik

Negosiasi perdagangan internasional saat ini sangat dipengaruhi oleh isu-isu politik.
Perusahaan-perusahaan seperti TikTok dan Shein berfungsi sebagai alat tawar dalam hubungan perdagangan antara negara.
Pernyataan dari pemimpin politik dapat mempengaruhi keputusan bisnis dan akuisisi di tingkat internasional.
Negosiasi perdagangan internasional kini semakin mempengaruhi transaksi bisnis besar, menjadikannya alat tawar-menawar politik yang berisiko tinggi. Salah satu contohnya adalah TikTok, yang meskipun bukan pusat dari perselisihan perdagangan AS-China, memiliki implikasi politik yang besar. Presiden Trump menyatakan mungkin akan menunda tenggat waktu divestasi TikTok hingga kesepakatan perdagangan dapat dicapai, meskipun belum ada pembicaraan formal antara kedua negara. Di Eropa, Shein menjadi alat tawar-menawar antara AS dan China. Perusahaan fast-fashion ini baru saja menerima persetujuan IPO dari Inggris, yang akan menjadi keuntungan besar bagi Bursa Efek London, tetapi belum mendapatkan persetujuan dari Beijing. Selain itu, Shein juga terkena dampak dari penghapusan pengecualian de minimis oleh pemerintahan Trump untuk impor dari China, yang menyebabkan kenaikan harga bagi konsumen AS. Nasib U.S. Steel juga menjadi isu politik dalam negosiasi perdagangan antara AS dan Jepang. Kesepakatan untuk diakuisisi oleh Nippon Steel telah menjadi topik pembicaraan antara Trump dan Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba. Trump menyatakan bahwa dia ingin U.S. Steel tetap berada di AS, yang bisa memberikan alasan bagi U.S. Steel untuk menggugat jika kesepakatan tersebut diblokir setelah tinjauan keamanan nasional.

Analisis Ahli

Prof. Rizal Ramli
Negosiasi perdagangan saat ini lebih merupakan panggung pertarungan politik daripada sekadar hubungan ekonomi, yang menambah kompleksitas dan memperpanjang ketidakpastian pasar.
Dr. Siti Nadia Tarmizi
Kasus TikTok dan Shein menunjukkan bahwa perusahaan multinasional kini berada di pusat konflik geopolitik, sehingga regulasi perdagangan harus dirumuskan dengan kehati-hatian yang tinggi untuk menghindari eskalasi yang tidak perlu.