Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Dan Shapero: Pemimpin Wajib Gunakan AI Tapi Tetap Butuh Keputusan Manusia

Teknologi
Kecerdasan Buatan
News Publisher
18 Apr 2025
89 dibaca
1 menit
Dan Shapero: Pemimpin Wajib Gunakan AI Tapi Tetap Butuh Keputusan Manusia

AI summary

Pemimpin bisnis perlu mengadopsi dan menggunakan teknologi AI untuk tetap relevan.
AI dapat meningkatkan efisiensi dalam pekerjaan sehari-hari, tetapi tidak dapat menggantikan penilaian manusia.
Penggunaan AI dalam rekrutmen dan kepemimpinan harus tetap melibatkan keputusan manusia.
Dan Shapero, COO LinkedIn, menekankan pentingnya pemimpin bisnis untuk merasa nyaman dan menggunakan teknologi AI. Dia menyatakan bahwa pemimpin yang memiliki strategi AI yang baik akan lebih sukses dalam dekade mendatang. Shapero sendiri menggunakan AI untuk merangkum catatan rapat, mempelajari topik baru, dan persiapan rapat.Shapero menggunakan Copilot yang terintegrasi dengan Teams untuk merangkum hasil rapat yang dia lewatkan. Dia juga menggunakan ChatGPT untuk mempelajari teknologi baru, legislasi, dan tren industri. Selain itu, Shapero menggunakan produk Account IQ LinkedIn untuk merangkum berita dan tren perusahaan sebagai persiapan rapat.Meskipun AI sangat membantu, Shapero menekankan bahwa AI tidak dapat menggantikan penilaian manusia dalam rekrutmen dan pengambilan keputusan. AI juga tidak dapat melakukan fungsi kepemimpinan seperti menginspirasi tim atau terhubung dengan orang pada tingkat yang lebih dalam. Oleh karena itu, keputusan akhir dan visi tetap harus datang dari manusia.

Experts Analysis

Satya Nadella
Pemimpin bisnis harus berani mengadopsi AI sebagai alat bantu untuk meningkatkan produktivitas, tapi harus tetap memastikan bahwa keputusan strategis tetap berbasis nilai dan empati manusia.
Andrew Ng
AI adalah penguat kecerdasan manusia, bukan pengganti. Penggunaan AI secara cerdas akan membawa efisiensi yang signifikan dalam pekerjaan sehari-hari tanpa kehilangan kedalaman analisis manusia.
Editorial Note
Penggunaan AI oleh para pemimpin memang menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari untuk tetap kompetitif, namun terlalu mengandalkan AI bisa melemahkan kemampuan soft skills manusia yang sangat penting di lingkungan kerja. Oleh karena itu, keseimbangan antara teknologi dan sentuhan manusia harus dijaga agar keputusan bisnis tetap tepat sasaran dan berdaya insani.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.