Kenapa Fitur AI untuk Postingan LinkedIn Kurang Populer Meski Keterampilan AI Melonjak
Teknologi
Kecerdasan Buatan
22 Jun 2025
18 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Penggunaan AI di LinkedIn menghadapi tantangan karena reputasi profesional pengguna.
Ada peningkatan signifikan dalam permintaan keterampilan AI di dunia kerja.
Roslansky menggunakan AI untuk meningkatkan komunikasi profesionalnya.
LinkedIn telah melihat lonjakan besar dalam permintaan pekerjaan dan keterampilan yang berhubungan dengan kecerdasan buatan (AI). Dalam setahun terakhir, pekerjaan yang membutuhkan kemampuan AI meningkat hingga enam kali lipat, dan pengguna yang menambahkan keterampilan AI ke profil mereka juga meningkat 20 kali lipat.
Meski demikian, fitur AI yang bertugas memberi saran untuk memperbaiki postingan di LinkedIn ternyata tidak sepopuler yang diperkirakan. CEO LinkedIn, Ryan Roslansky, menyebutkan bahwa ini karena pengguna merasa lebih berhati-hati dalam menulis di LinkedIn karena platform ini dianggap sebagai resume online yang serius.
Pengguna LinkedIn takut mendapatkan kritik atau backlash jika postingan mereka dianggap terlalu jelas dibuat oleh AI. Hal ini berbeda dengan platform media sosial lain seperti TikTok atau X di mana kritik terhadap konten AI mungkin tidak berdampak signifikan pada kesempatan ekonomi pengguna.
Roslansky juga mengatakan bahwa ia sendiri selalu menggunakan AI Copilot untuk membantu menyusun email yang akan dikirim kepada Satya Nadella, CEO Microsoft, untuk memastikan nada dan kualitas tulisan yang profesional dan tepat sasaran.
Kesimpulannya, meski AI semakin populer dalam meningkatkan keterampilan profesional dan lapangan pekerjaan, pengguna LinkedIn tetap berhati-hati dalam menggunakan AI untuk konten yang dapat mempengaruhi reputasi dan peluang kerja mereka.