Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Pertarungan Sengit Meta dan FTC Soal Instagram, WhatsApp, dan Monopoly Sosial Media

Bisnis
Manajemen dan Strategi Bisnis
YahooFinance YahooFinance
17 Apr 2025
117 dibaca
1 menit
Pertarungan Sengit Meta dan FTC Soal Instagram, WhatsApp, dan Monopoly Sosial Media

Rangkuman 15 Detik

Meta menghadapi tuntutan antitrust yang serius dari FTC terkait akuisisi Instagram dan WhatsApp.
Zuckerberg berusaha untuk menyelesaikan kasus ini dengan tawaran yang jauh di bawah yang diminta FTC.
TikTok muncul sebagai pesaing utama yang mempengaruhi strategi dan pertumbuhan Meta.
CEO Meta, Mark Zuckerberg, berharap untuk menghindari persidangan antitrust yang sedang berlangsung di Washington, D.C., namun tidak bersedia membayar harga yang diminta oleh FTC AS. Zuckerberg awalnya menawarkan Rp 7.51 triliun ($450 juta) kepada kepala FTC, tetapi FTC meminta Rp 501.00 triliun ($30 miliar) . Tawarannya kemudian dinaikkan menjadi Rp 16.70 triliun ($1 miliar) , namun FTC tetap tidak menerima kurang dari Rp 300.60 triliun ($18 miliar) . FTC menuduh Meta menjadi monopoli di pasar 'jejaring sosial pribadi' dengan membeli startup media sosial pesaing seperti Instagram dan WhatsApp. Zuckerberg mengakui bahwa membeli Instagram dimaksudkan untuk 'menetralkan pesaing', tetapi juga untuk meningkatkan kualitas dan fungsionalitas Facebook. Zuckerberg dan para pembantunya melakukan beberapa kunjungan ke Gedung Putih untuk bertemu dengan Presiden Trump dan pejabat administrasi sebelum persidangan dimulai. TikTok, yang diluncurkan pada 2018, menjadi topik penting dalam persidangan ini karena popularitasnya yang meningkat pesat. Zuckerberg melihat TikTok sebagai ancaman 'sangat mendesak' dan mengamati bahwa pertumbuhan Facebook melambat secara dramatis. Pengacara antitrust mengatakan bahwa TikTok dapat menjadi titik lemah dalam kasus FTC karena menawarkan layanan serupa dengan Facebook dan Instagram, namun tidak termasuk dalam kelompok perusahaan yang diklaim bersaing di pasar jejaring sosial pribadi.

Analisis Ahli

Tim Wu (ahli hukum antitrust)
Kasus ini menandai momen penting dalam penegakan hukum antitrust di era teknologi, di mana akuisisi strategis berpotensi meredam persaingan inovasi.
Margrethe Vestager (Komisioner Eropa bidang Kompetisi)
Penting untuk menegakkan persaingan yang sehat agar konsumen mendapatkan manfaat, dan kasus ini bisa menjadi preseden bagi regulasi perusahaan teknologi besar.
Hal Varian (Chief Economist Google)
Mengidentifikasi pasar dengan tepat sangat krusial, dan keberadaan TikTok harus diperhitungkan untuk analisis kompetisi yang akurat.