Persidangan Antitrust Memanas, Meta Terancam Jual Instagram dan WhatsApp
Bisnis
Ekonomi Makro
16 Apr 2025
163 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Mark Zuckerberg mengakui bahwa akuisisi Instagram bertujuan untuk menghilangkan pesaing.
FTC menghadapi tantangan dalam membuktikan bahwa Meta memiliki monopoli di pasar media sosial.
Pemisahan Instagram dapat merugikan keuangan Meta secara signifikan.
Meta CEO Mark Zuckerberg pernah mempertimbangkan untuk memisahkan Instagram sebagai perusahaan terpisah di tengah meningkatnya pengawasan antitrust terhadap perusahaan teknologi besar. Hal ini terungkap dalam memo tahun 2018 yang muncul saat Zuckerberg memberikan kesaksian untuk membela perusahaannya dari klaim bahwa Meta secara ilegal mendominasi media sosial. FTC meminta pengadilan untuk memaksa Meta menjual Instagram dan WhatsApp.
Zuckerberg mengakui bahwa pembelian Instagram dimaksudkan untuk 'menetralkan pesaing', tetapi juga untuk meningkatkan kualitas dan fungsionalitas Facebook. Dia juga menyatakan bahwa Facebook kesulitan membangun aplikasi berbagi foto sendiri, sehingga lebih baik membeli Instagram. Seorang ahli hukum mengatakan bahwa kesaksian Zuckerberg akan membantu FTC mengatasi hambatan utama dalam kasus ini.
Meta berargumen bahwa FTC salah mengidentifikasi pasar di mana Facebook, Instagram, dan WhatsApp bersaing, dengan menyatakan bahwa mereka juga bersaing dengan TikTok, YouTube, X, dan lainnya. Pemisahan Instagram akan berdampak besar pada pendapatan Meta, mengingat Instagram menghasilkan Rp 534.40 triliun ($32 miliar) dalam pendapatan iklan di AS pada tahun 2024. Proses pengadilan ini diperkirakan akan berlangsung hingga Juli 2025.
Analisis Ahli
Slade Bond
Meta jelas melihat Instagram sebagai ancaman kompetitif yang membutuhkan akuisisi besar untuk mempertahankan dominasi pasar. Bukti email internal menunjukkan tujuan jangka panjang Facebook memang untuk menguasai pasar media sosial dengan melemahkan pesaing.