Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Meta Tantang FTC: Gagal Bukti Monopoli Media Sosial Lewat Instagram dan WhatsApp

Bisnis
Manajemen dan Strategi Bisnis
TheVerge TheVerge
16 Mei 2025
98 dibaca
2 menit
Meta Tantang FTC: Gagal Bukti Monopoli Media Sosial Lewat Instagram dan WhatsApp

Rangkuman 15 Detik

Meta menghadapi gugatan antitrust dari FTC yang mengklaim praktik monopoli.
Kasus ini melibatkan kesaksian dari tokoh kunci di perusahaan Meta.
Meta berargumen bahwa mereka tidak mengurangi kualitas layanan dan tetap bersaing dengan aplikasi lain seperti TikTok.
Meta sedang berjuang dalam kasus hukum yang diajukan oleh Federal Trade Commission atau FTC. Kasus ini berkaitan dengan tuduhan bahwa Meta melakukan monopoli pasar jejaring sosial pribadi dengan mengakuisisi Instagram dan WhatsApp. FTC menuduh Meta melanggar undang-undang antitrust dengan menguasai pasar ini tanpa kompetisi yang sehat. Namun, Meta mengajukan sebuah permohonan khusus bernama 'motion for judgment on the pleadings' yang berisi argumen bahwa FTC tidak mampu menunjukkan bukti cukup kuat bahwa Meta menyalahgunakan posisi monopoli mereka di pasar jejaring sosial pribadi. Meta menegaskan bahwa pasar tersebut sangat kompetitif karena banyaknya aplikasi lain seperti TikTok, YouTube, dan X yang bersaing untuk perhatian pengguna terutama remaja. Dalam persidangan yang berlangsung selama lima minggu di pengadilan distrik Washington D.C., kedua belah pihak saling berargumen. FTC menghadirkan saksi penting termasuk pendiri dan kepala Instagram yang menunjukkan pengalaman mereka dalam hubungan dengan Meta. Sementara itu, Meta mempertahankan bahwa mereka terus berkompetisi ketat dan malah menghadapi tekanan berat dari aplikasi seperti TikTok. Meta menilai definisi pasar yang digunakan oleh FTC tidak mencerminkan kenyataan persaingan yang terjadi. Mereka juga menolak bahwa pembelian Instagram adalah upaya untuk menetralkan pesaing. Selain itu, Meta menekankan tidak ada bukti bahwa kualitas layanan mereka menurun akibat monopoli, sebuah tanda umum ketika sebuah perusahaan kurang kompetitif. Kasus ini masih berjalan dan pengadilan akan mempertimbangkan argumen dari kedua pihak. Namun, dengan pengajuan permohonan putusan sela ini, Meta berharap proses pengadilan dapat dipercepat jika mereka berhasil meyakinkan hakim bahwa bukti FTC lemah dan tidak cukup untuk menuntut pelanggaran antitrust.

Analisis Ahli

Herbert Hovenkamp
Kasus ini memperlihatkan tantangan besar dalam menegakkan hukum antitrust di era digital, di mana definisi pasar dan bukti monopoli sangat sulit dipertahankan karena adanya persaingan lintas platform yang intens.
Rochelle D. Abecassis
Bukti menurunnya kualitas layanan akibat monopoli harus konkret, dan FTC sejauh ini belum mampu menunjukkan itu, sehingga kasus ini membuka diskusi penting tentang bagaimana mengukur persaingan digital secara adil.