Komite DPR Minta Kesaksian 23andMe Soal Keamanan Data Genetik Saat Bangkrut
Teknologi
Keamanan Siber
15 Apr 2025
222 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Kebangkrutan 23andMe menimbulkan kekhawatiran tentang perlindungan data genetik pelanggan.
Komite DPR berupaya memastikan keamanan data genetik di tengah situasi kebangkrutan.
Anne Wojcicki, pendiri 23andMe, masih terlibat meskipun telah mengundurkan diri sebagai CEO.
Sebuah komite di House of Representatives AS meminta Anne Wojcicki, salah satu pendiri 23andMe, untuk bersaksi terkait risiko transfer data genetik di tengah kebangkrutan perusahaan tes DNA tersebut. Komite ini khawatir data genetik dari lebih dari 15 juta pelanggan 23andMe bisa diakses oleh negara seperti China atau digunakan untuk menilai premi asuransi yang lebih tinggi. Wojcicki diminta untuk bersaksi pada 6 Mei dan memberikan dokumen serta informasi dari perusahaan genomik tersebut.
23andMe mengajukan perlindungan kebangkrutan bulan lalu setelah mengalami penurunan permintaan untuk kit tes keturunannya. Meskipun perusahaan mengatakan bahwa proses kebangkrutan tidak akan mempengaruhi cara mereka menyimpan, mengelola, atau melindungi data pelanggan, kekhawatiran tetap ada. Perusahaan ini juga menjadi target peretasan pada tahun 2023, di mana data pribadi hampir 7 juta pelanggan terekspos selama lima bulan.
Selain itu, 23andMe telah membuat setidaknya 30 kesepakatan dengan perusahaan farmasi seperti GSK, memberikan mereka akses ke basis data perusahaan. Sebagian besar kesepakatan ini tetap tidak diungkapkan. Komite House berusaha memastikan bahwa data genetik pelanggan dilindungi dengan baik dan tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Analisis Ahli
Dr. Maria Santoso (Pengamat Keamanan Data Genetik)
Kebangkrutan perusahaan data genetik besar seperti 23andMe membuka celah besar untuk penyalahgunaan data jika tidak diatur dengan ketat. Pemerintah harus segera membuat regulasi yang melindungi hak privasi konsumen dan menegakkan sanksi berat bagi pelanggaran.