Jumlah Rig Minyak AS Turun Terbesar Sejak Juni, Produksi Gas Diprediksi Meningkat
Bisnis
Ekonomi Makro
12 Apr 2025
18 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Jumlah rig minyak dan gas di AS mengalami penurunan signifikan.
Perusahaan energi lebih memilih untuk fokus pada pengembalian pemegang saham daripada meningkatkan produksi.
EIA memprediksi peningkatan produksi minyak meskipun harga diperkirakan akan turun.
Perusahaan energi AS mengurangi jumlah rig minyak dan gas alam selama tiga minggu berturut-turut, dengan penurunan terbesar dalam seminggu sejak Juni 2024. Jumlah rig minyak turun sembilan menjadi 480, sementara rig gas naik satu menjadi 97. Di Permian basin, jumlah rig turun lima menjadi 289, terendah sejak Desember 2021.
Penurunan jumlah rig ini terjadi karena harga minyak dan gas yang lebih rendah dalam beberapa tahun terakhir, yang mendorong perusahaan energi untuk lebih fokus pada pengembalian pemegang saham dan pelunasan utang daripada meningkatkan produksi. EIA memproyeksikan produksi minyak mentah akan naik dari rekor 13,2 juta bpd pada 2024 menjadi sekitar 13,5 juta bpd pada 2025, meskipun lebih rendah dari perkiraan sebelumnya karena harga minyak yang lebih rendah.
Produksi gas diproyeksikan naik menjadi 105,3 bcfd pada 2025 dari 103,2 bcfd pada 2024 dan rekor 103,6 bcfd pada 2023. Penurunan harga gas sebesar 14% pada 2024 menyebabkan penurunan output untuk pertama kalinya sejak pandemi COVID-19 mengurangi permintaan bahan bakar pada 2020. Namun, peningkatan harga gas sebesar 95% pada 2025 diperkirakan akan mendorong produsen untuk meningkatkan aktivitas pengeboran.
Analisis Ahli
Daniel Yergin
Pasar energi global sedang menghadapi ketidakpastian besar, dan keputusan perusahaan energi untuk mengurangi rig adalah respons yang logis terhadap harga yang tidak mendukung perluasan produksi.Fatih Birol
Kenaikan harga gas memberikan sinyal kuat bagi produsen untuk meningkatkan produksi, yang dapat membantu memenuhi permintaan energi terutama di masa transisi energi.