Pemerintah Relaksasi TKDN Barang ICT Impor AS untuk Negosiasi Tarif Perdagangan
Finansial
Kebijakan Fiskal
14 Apr 2025
248 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Relaksasi TKDN hanya berlaku untuk produk ICT dari AS sebagai bagian dari negosiasi perdagangan.
Pemerintah Indonesia berupaya meningkatkan pembelian barang dari AS untuk mengatasi defisit neraca perdagangan.
Negosiasi perdagangan dijadwalkan berlangsung di Washington DC pada April 2025.
Pemerintah Indonesia sedang bernegosiasi dengan Amerika Serikat terkait tarif perdagangan yang dikenakan oleh Presiden AS Donald Trump sebesar 32%. Sebagai bagian dari negosiasi, pemerintah Indonesia menawarkan relaksasi kewajiban tingkat komponen dalam negeri (TKDN) untuk produk impor dari sektor industri teknologi, informasi, dan komunikasi (ICT) dari AS.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa relaksasi TKDN ini hanya berlaku untuk barang-barang dari sektor ICT dari AS. Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Todotua Pasaribu juga menyatakan bahwa relaksasi ini tidak akan membuat perusahaan dari negara lain di luar AS angkat kaki dari Indonesia.
Selain relaksasi TKDN, pemerintah Indonesia juga berupaya menambah porsi pembelian barang-barang dari AS senilai US$ 18 miliar hingga US$ 19 miliar. Langkah ini diambil untuk mengatasi defisit neraca perdagangan AS dengan Indonesia yang selama ini dikeluhkan oleh Presiden AS Donald Trump.
Analisis Ahli
Airlangga Hartarto
Fokus kami adalah pada sektor ICT karena merupakan titik strategis dalam negosiasi dan sifat unik teknologi yang memerlukan bahan impor khusus dari AS.Todotua Pasaribu
Relaksasi TKDN untuk AS tidak akan membuat perusahaan lain meninggalkan Indonesia karena industri lokal masih mampu memenuhi persyaratan TKDN 35%.Susiwijono Moegiarso
Upaya peningkatan pembelian barang AS bertujuan untuk mengatasi defisit neraca perdagangan yang selama ini menjadi masalah hubungan perdagangan kedua negara.

