Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Tarif Impor AS Diduga Hasil Karya AI, Hitungannya Sederhana dan Cepat

Finansial
Kebijakan Fiskal
fiscal-policy (11mo ago) fiscal-policy (11mo ago)
05 Apr 2025
208 dibaca
1 menit
Tarif Impor AS Diduga Hasil Karya AI, Hitungannya Sederhana dan Cepat

Rangkuman 15 Detik

Tarif resiprokal yang diumumkan Trump diduga menggunakan perhitungan dari AI.
Perhitungan tarif dapat dilakukan dengan rumus sederhana berdasarkan defisit perdagangan.
Gedung Putih berencana untuk mempublikasikan rumus yang digunakan untuk menghitung tarif tersebut.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan tarif resiprokal yang diduga berasal dari perhitungan buatan Artificial Intelligence (AI). Ekonom James Surowiecki menjelaskan bahwa tarif tersebut bisa dihitung dengan cara sederhana, yaitu membagi defisit perdagangan suatu negara dengan total ekspor negara tersebut ke AS. Hasilnya akan memberikan angka tarif yang bisa digunakan. Beberapa pengguna media sosial juga mencoba menghitung tarif ini dengan menggunakan chatbot seperti ChatGPT dan lainnya. Mereka menemukan bahwa rumus yang dihasilkan oleh chatbot tersebut sama, yaitu defisit perdagangan dibagi ekspor. Ini menunjukkan bahwa perhitungan tarif bisa dilakukan dengan mudah. Namun, pihak Gedung Putih membantah bahwa tarif tersebut hanya berasal dari AI dan berjanji akan mempublikasikan rumus yang digunakan. Kebijakan ini membebankan tarif impor yang berbeda-beda untuk setiap negara, tergantung pada defisit perdagangan yang ditimbulkan. Contohnya, Indonesia dikenakan tarif sebesar 32%.

Analisis Ahli

James Surowiecki
Menerangkan bahwa tarif dapat dihitung dengan rumus sederhana yang didasarkan pada defisit perdagangan dan ekspor, menunjukkan perhitungan tersebut tidak rumit dan bisa dibuat oleh siapa saja.
The Verge
Mengindikasikan bahwa penggunaan chatbot AI telah terjadi untuk menyusun rumus tarif dengan tujuan efisiensi dalam waktu terbatas.