Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Tarif Impor AS Diduga Hasil Karya AI, Hitungannya Sederhana Dan Cepat

Finansial
Kebijakan Fiskal
News Publisher
05 Apr 2025
1030 dibaca
1 menit
Tarif Impor AS Diduga Hasil Karya AI, Hitungannya Sederhana Dan Cepat

TLDR

Tarif resiprokal yang diumumkan Trump diduga menggunakan perhitungan dari AI.
Perhitungan tarif dapat dilakukan dengan rumus sederhana berdasarkan defisit perdagangan.
Gedung Putih berencana untuk mempublikasikan rumus yang digunakan untuk menghitung tarif tersebut.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan tarif resiprokal yang diduga berasal dari perhitungan buatan Artificial Intelligence (AI). Ekonom James Surowiecki menjelaskan bahwa tarif tersebut bisa dihitung dengan cara sederhana, yaitu membagi defisit perdagangan suatu negara dengan total ekspor negara tersebut ke AS. Hasilnya akan memberikan angka tarif yang bisa digunakan.Beberapa pengguna media sosial juga mencoba menghitung tarif ini dengan menggunakan chatbot seperti ChatGPT dan lainnya. Mereka menemukan bahwa rumus yang dihasilkan oleh chatbot tersebut sama, yaitu defisit perdagangan dibagi ekspor. Ini menunjukkan bahwa perhitungan tarif bisa dilakukan dengan mudah.Namun, pihak Gedung Putih membantah bahwa tarif tersebut hanya berasal dari AI dan berjanji akan mempublikasikan rumus yang digunakan. Kebijakan ini membebankan tarif impor yang berbeda-beda untuk setiap negara, tergantung pada defisit perdagangan yang ditimbulkan. Contohnya, Indonesia dikenakan tarif sebesar 32%.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.