Pasar Keuangan Bergolak akibat Perang Tarif AS-China, Emas dan Obligasi Melonjak
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
12 Apr 2025
16 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Pasar saham AS menunjukkan ketahanan meskipun ada ketegangan perdagangan.
Harga emas dan minyak mengalami kenaikan signifikan di tengah ketidakpastian ekonomi.
Laporan keuangan dari bank-bank besar memberikan sinyal positif bagi investor.
Pada tanggal 11 April 2025, pasar saham AS mengalami kenaikan lebih dari 1% saat bank-bank besar melaporkan hasil keuangan kuartal pertama. Meskipun ada ketegangan akibat perang dagang antara AS dan China, di mana China meningkatkan tarif impor barang dari AS menjadi 125%, indeks saham utama seperti Dow Jones dan Nasdaq tetap naik. Harga emas juga mencapai rekor tertinggi di atas Rp 53.44 juta ($3,200) per ons, sementara imbal hasil obligasi 10 tahun AS mengalami kenaikan terbesar dalam dua dekade.
Meskipun ada kekhawatiran tentang kebijakan perdagangan AS, beberapa bank besar seperti JPMorgan dan Wells Fargo melaporkan hasil yang lebih baik dari perkiraan. Namun, dolar AS melemah terhadap mata uang lain, dan investor tetap waspada terhadap situasi pasar yang tidak stabil. Harga minyak juga naik, dengan Brent crude mencapai Rp 1.08 juta ($64.76) per barel.
Analisis Ahli
Tim Ghriskey
Tarif yang terus meningkat akan menyebabkan banyak rumor dan sikap diplomasi yang mempengaruhi pasar, menciptakan ketidakpastian yang memicu volatilitas jangka pendek.