AI summary
Ketegangan perdagangan antara AS dan Tiongkok masih menjadi faktor utama yang mempengaruhi pasar global. Investor beralih ke aset aman seperti emas dan franc Swiss saat menghadapi ketidakpastian ekonomi. Dampak tarif yang tinggi dapat menyebabkan resesi di AS dan perlambatan pertumbuhan di Tiongkok. Setelah Wall Street mencatat salah satu hari terbaiknya dalam sejarah, pasar saham mengalami penurunan tajam pada hari Kamis. Permintaan untuk aset 'safe-haven' seperti emas dan franc Swiss melonjak, menunjukkan ketidakpastian yang tinggi di kalangan investor. Tarif yang diberlakukan oleh Presiden Donald Trump terhadap barang-barang China tetap menjadi isu utama yang mempengaruhi sentimen pasar.Meskipun ada jeda tarif yang diumumkan Trump, dampaknya terhadap ekonomi global masih signifikan. Mantan Menteri Keuangan AS Janet Yellen menyatakan bahwa kemungkinan resesi AS meningkat dan tarif Trump adalah 'luka yang dibuat sendiri'. Ekonom memperkirakan bahwa tarif efektif rata-rata AS akan mencapai tingkat tertinggi sejak 1909, yang dapat mengurangi pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan inflasi.Pasar global terus bergejolak dengan ketegangan perdagangan antara AS dan China yang semakin meningkat. Ekonom Goldman Sachs menurunkan perkiraan pertumbuhan PDB China dan mengharapkan pelonggaran kebijakan moneter dan fiskal yang signifikan dari Beijing. Investor terus mencari aset yang lebih aman seperti emas dan obligasi pemerintah, sementara pasar saham dan aset berisiko lainnya mengalami tekanan.
Perang dagang antara AS dan China telah menciptakan ketidakpastian besar di pasar keuangan yang mencerminkan ketegangan ekonomi yang dalam. Kondisi ini akan memaksa investor untuk terus mencari perlindungan di aset safe-haven sementara ekonomi global menghadapi risiko resesi yang nyata.