Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Perang Dagang AS-China Memicu Gejolak Pasar dan Kekhawatiran Ekonomi Global

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
investment-and-capital-markets (11mo ago) investment-and-capital-markets (11mo ago)
11 Apr 2025
166 dibaca
1 menit
Perang Dagang AS-China Memicu Gejolak Pasar dan Kekhawatiran Ekonomi Global

Rangkuman 15 Detik

Perang dagang antara AS dan China terus memicu ketidakpastian di pasar global.
Kenaikan tarif dapat berdampak negatif pada kepercayaan konsumen dan pengeluaran di AS.
Laporan laba dari bank-bank besar menunjukkan adanya ketahanan di sektor keuangan meskipun ada ketegangan ekonomi.
Perang dagang antara Presiden Donald Trump dan China semakin memanas, menyebabkan kekhawatiran di kalangan rumah tangga AS dan pasar keuangan global. Harga emas naik lebih dari 2% setelah China mengumumkan peningkatan tarif pada produk AS menjadi 125%. Nilai dolar AS jatuh terhadap mata uang lainnya, sementara harga obligasi Treasury AS jangka panjang juga turun, menyebabkan tingkat hasil obligasi melonjak. Pasar saham AS mengalami perdagangan yang bergejolak dengan S&P 500 naik 1.4%, Dow Jones Industrial Average naik 456 poin atau 1.2%, dan Nasdaq composite naik 1.6%. Laporan inflasi yang lebih baik dari perkiraan dapat memberi Federal Reserve lebih banyak kelonggaran untuk menurunkan suku bunga, tetapi kekhawatiran tentang inflasi yang meningkat akibat tarif Trump tetap ada. Survei Universitas Michigan menunjukkan sentimen konsumen AS menurun tajam, dengan ekspektasi inflasi sebesar 6.7% dalam setahun ke depan. Beberapa bank besar AS seperti JPMorgan Chase, Morgan Stanley, dan Wells Fargo melaporkan keuntungan yang lebih kuat dari perkiraan untuk tiga bulan pertama tahun ini. Namun, ketidakpastian yang disebabkan oleh perang dagang terus mengganggu pasar dan ekonomi global.

Analisis Ahli

Joanne Hsu
Penurunan sentimen konsumen yang merata di semua kelompok menunjukkan bahwa ketidakpastian perang dagang berdampak luas dan bisa memicu pengurangan konsumsi yang signifikan.
Darrell Cronk
90 hari penangguhan tarif hanya menunda kerusakan pasar, tapi menambah ketidakpastian jangka panjang yang membebani sentimen bisnis dan konsumen.