Dampak Tarif Trump Picu Krisis Pasar dan Ketidakpastian Keuangan Global
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
11 Apr 2025
283 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Kebijakan tarif yang agresif dapat menyebabkan ketidakpastian besar di pasar global.
Investor harus siap menghadapi volatilitas dan risiko yang meningkat akibat perubahan kebijakan perdagangan.
Perang dagang antara AS dan China dapat memiliki dampak jangka panjang pada ekonomi global.
Artikel ini membahas dampak dari tarif yang dikenakan oleh Presiden AS Donald Trump pada pasar global, yang menyebabkan gejolak besar di berbagai aset keuangan seperti saham, obligasi, minyak, emas, dan dolar AS. Shuntaro Takeuchi, seorang manajer portofolio di Matthews Asia, bahkan harus menjalani operasi usus buntu saat pasar mengalami gejolak. Tarif yang dikenakan oleh Trump menyebabkan lebih dari Rp 83.50 quadriliun ($5 triliun) nilai pasar hilang dari indeks saham dunia MSCI.
China membalas dengan tarif 34% pada impor dari AS, yang menyebabkan harga minyak jatuh ke level terendah dalam empat tahun. Indeks Volatilitas CBOE melonjak di atas 60, menunjukkan tingkat ketakutan yang tinggi di pasar. Para investor dan manajer aset mencoba untuk tidak panik dan fokus pada seleksi saham yang tepat untuk mengendalikan risiko.
Para ahli seperti Geoff Wilson dan Wong Kok Hoi memberikan analisis mereka tentang situasi ini, dengan Wilson menyatakan bahwa ada keretakan kepercayaan yang belum diketahui efek keduanya, dan Hoi memperkirakan perdagangan akan berhenti antara dua ekonomi terbesar di dunia. Jack McIntyre dari Brandywine Global menyarankan untuk fokus pada hal-hal yang diketahui dan memprediksi penurunan lebih lanjut dalam dolar AS.
Analisis Ahli
Geoff Wilson
Turunnya kepercayaan investor diakibatkan oleh ketidakjelasan efek lanjutan dari kebijakan tarif ini yang dapat memicu kegagalan beberapa hedge fund.Martin Whetton
Kejadian jual besar-besaran obligasi AS tanpa berlari ke aset safe haven menunjukkan peringatan keras terhadap posisi tahanan pasar saat ini.Jack McIntyre
Penurunan tajam dolar dan potensi pelemahan ekonomi AS berisiko membuat para investor semakin melepas aset berdenominasi dolar.