AI summary
Jepang berusaha untuk mengatasi kesalahpahaman terkait kebijakan moneternya di mata internasional. Bank of Japan telah mulai normalisasi kebijakan moneternya setelah periode pelonggaran yang panjang. Kritik dari Amerika Serikat terhadap kebijakan nilai tukar Jepang menunjukkan ketegangan dalam hubungan ekonomi global. Mantan Gubernur Bank of Japan, Haruhiko Kuroda, mengatakan bahwa Jepang perlu menjelaskan kepada Presiden AS Donald Trump bahwa bank sentral Jepang tidak sengaja melemahkan yen melalui kebijakan moneternya. Trump sebelumnya mengungkapkan bahwa ia telah memberi tahu Jepang dan China bahwa mereka tidak bisa terus menurunkan nilai mata uang mereka, karena itu tidak adil bagi Amerika Serikat. Kuroda menegaskan bahwa pemerintah Jepang telah berusaha keras untuk mencegah yen melemah, termasuk melakukan intervensi di pasar valuta asing.Kuroda juga menjelaskan bahwa Bank of Japan (BOJ) sedang berusaha untuk mengurangi kebijakan moneter yang sangat longgar dan mulai menaikkan suku bunga. Ia percaya bahwa BOJ harus terus menaikkan suku bunga secara bertahap untuk mencapai target inflasi 2% yang berkelanjutan. Kuroda menekankan bahwa menjaga suku bunga terlalu rendah untuk waktu yang lama bisa menyebabkan inflasi yang tidak terkendali.
Pernyataan Kuroda sangat penting untuk mengklarifikasi miskonsepsi yang dapat memicu ketegangan perdagangan antara Jepang dan AS. Namun, tekanan dari kebijakan luar negeri AS mungkin tetap memengaruhi kebijakan moneter Jepang dan nilai tukar yen ke depannya.