Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Kontroversi Rumus Tarif Impor Trump Diduga Diambil dari AI ChatGPT

Finansial
Kebijakan Fiskal
fiscal-policy (11mo ago) fiscal-policy (11mo ago)
04 Apr 2025
146 dibaca
1 menit
Kontroversi Rumus Tarif Impor Trump Diduga Diambil dari AI ChatGPT

Rangkuman 15 Detik

Kebijakan tarif impor yang diterapkan oleh Trump berdampak besar pada hubungan perdagangan internasional.
Perhitungan tarif yang digunakan oleh Gedung Putih dianggap terlalu sederhana dan dapat dilakukan dengan mudah.
Kritik dari ekonom menunjukkan bahwa pendekatan yang digunakan dalam kebijakan ini mungkin tidak mempertimbangkan kompleksitas perdagangan global.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan kebijakan baru mengenai tarif impor yang memberatkan banyak negara, termasuk Indonesia. Ia menerapkan tarif impor sebesar 10% untuk semua negara dan tarif resiprokal yang berbeda-beda berdasarkan defisit perdagangan. Misalnya, tarif untuk Indonesia mencapai 32%. Banyak orang mempertanyakan dari mana angka-angka ini berasal. Menurut laporan dari The Verge, angka-angka tersebut ternyata diambil dari perhitungan sederhana yang disarankan oleh AI seperti ChatGPT. Ekonom James Surowiecki menjelaskan bahwa tarif tersebut bisa dihitung dengan membagi defisit perdagangan suatu negara dengan total ekspor mereka ke AS. Dengan cara ini, tarif timbal balik bisa didapatkan dengan cepat. Meskipun ada kritik terhadap metode ini, Gedung Putih membantah klaim tersebut dan berjanji akan mempublikasikan rumus yang mereka gunakan. Beberapa pengguna media sosial juga menyadari bahwa AI dapat memberikan rumus yang sama untuk menghitung tarif berdasarkan defisit perdagangan.

Analisis Ahli

James Surowiecki
"Bagi dua angka tersebut, dan Anda akan mendapatkan tarif timbal balik diskon yang siap digunakan. Omong kosong luar biasa."