Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Kontroversi Rumus Tarif Impor Trump Diduga Diambil dari AI ChatGPT

Finansial
Kebijakan Fiskal
News Publisher
04 Apr 2025
97 dibaca
1 menit
Kontroversi Rumus Tarif Impor Trump Diduga Diambil dari AI ChatGPT

AI summary

Kebijakan tarif impor yang diterapkan oleh Trump berdampak besar pada hubungan perdagangan internasional.
Perhitungan tarif yang digunakan oleh Gedung Putih dianggap terlalu sederhana dan dapat dilakukan dengan mudah.
Kritik dari ekonom menunjukkan bahwa pendekatan yang digunakan dalam kebijakan ini mungkin tidak mempertimbangkan kompleksitas perdagangan global.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan kebijakan baru mengenai tarif impor yang memberatkan banyak negara, termasuk Indonesia. Ia menerapkan tarif impor sebesar 10% untuk semua negara dan tarif resiprokal yang berbeda-beda berdasarkan defisit perdagangan. Misalnya, tarif untuk Indonesia mencapai 32%. Banyak orang mempertanyakan dari mana angka-angka ini berasal.Menurut laporan dari The Verge, angka-angka tersebut ternyata diambil dari perhitungan sederhana yang disarankan oleh AI seperti ChatGPT. Ekonom James Surowiecki menjelaskan bahwa tarif tersebut bisa dihitung dengan membagi defisit perdagangan suatu negara dengan total ekspor mereka ke AS. Dengan cara ini, tarif timbal balik bisa didapatkan dengan cepat.Meskipun ada kritik terhadap metode ini, Gedung Putih membantah klaim tersebut dan berjanji akan mempublikasikan rumus yang mereka gunakan. Beberapa pengguna media sosial juga menyadari bahwa AI dapat memberikan rumus yang sama untuk menghitung tarif berdasarkan defisit perdagangan.

Experts Analysis

James Surowiecki
"Bagi dua angka tersebut, dan Anda akan mendapatkan tarif timbal balik diskon yang siap digunakan. Omong kosong luar biasa."
Editorial Note
Pendekatan pemerintah AS yang menggunakan rumus perhitungan sederhana seperti dari AI tanpa transparansi yang jelas sangat berisiko menimbulkan ketidakpercayaan global dan bisa berdampak negatif pada hubungan dagang. Kebijakan ekonomi harus didasarkan pada analisis yang valid dan komprehensif, bukan sekedar kemudahan hitungan yang mudah diduplikasi.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.