Dampak Tarif Baru Trump Bisa Hambat Bisnis Apple dan Naikkan Harga iPhone
Bisnis
Ekonomi Makro
04 Apr 2025
47 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Tarif baru dapat meningkatkan biaya produksi iPhone dan mempengaruhi harga jual.
Apple telah berusaha untuk mendiversifikasi rantai pasokannya di luar China.
Kebijakan perdagangan Trump memiliki dampak signifikan pada perusahaan teknologi besar seperti Apple.
Apple, perusahaan yang sangat sukses di Amerika, sedang menghadapi tantangan besar akibat tarif tinggi yang diterapkan oleh mantan Presiden Donald Trump. Tarif ini bisa membuat harga produk Apple, seperti iPhone, menjadi lebih mahal. Saham Apple turun hampir 10% dalam satu hari, yang merupakan penurunan terburuk sejak awal pandemi COVID-19.
Sejak Steve Jobs dan Tim Cook memimpin Apple, perusahaan ini telah mengandalkan produksi di China untuk menjaga biaya tetap rendah. Meskipun Apple telah berinvestasi besar-besaran di Amerika, para ahli mengatakan bahwa memindahkan sebagian besar produksi ke AS akan sangat sulit dan mahal. Misalnya, jika iPhone diproduksi di Amerika, harganya bisa melonjak hingga Rp 58.45 juta ($3500) , jauh lebih mahal daripada harga saat ini.
Apple juga mulai mencari tempat produksi di negara lain seperti Vietnam dan India, tetapi tarif baru ini bisa membuat langkah tersebut tidak efektif. Meskipun ada upaya untuk memproduksi lebih banyak komponen teknologi di AS melalui undang-undang CHIPS, tantangan dari tarif dan kebijakan pemerintah saat ini membuat masa depan Apple di pasar global menjadi tidak pasti.
Analisis Ahli
Dan Ives
Memindahkan produksi iPhone sepenuhnya ke AS akan sangat mahal dan memakan waktu bertahun-tahun, dengan kemungkinan harga konsumen meningkat drastis hingga mencapai $3500 per unit.

