Ancaman Tarif 25% Trump pada Apple Dorong Produksi iPhone di Amerika?
Finansial
Kebijakan Fiskal
24 Mei 2025
119 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Trump mengancam tarif tinggi pada Apple dan Samsung jika produksi tidak dilakukan di AS.
Apple dan Foxconn sedang memperluas produksi di India untuk memenuhi permintaan pasar.
Diversifikasi produksi oleh perusahaan teknologi dipicu oleh ketegangan perdagangan dan pandemi Covid-19.
Presiden Donald Trump mengeluarkan ancaman bagi Apple dan produsen smartphone lain terkait produksi perangkat mereka. Ia meminta agar iPhone yang dijual di Amerika Serikat diproduksi di dalam negeri. Jika tidak, Trump menyatakan Apple harus membayar tarif setidaknya 25 persen.
Menghadapi keputusan Apple yang berencana memproduksi iPhone di India, Trump menegaskan bahwa aturan tarif itu juga akan berlaku untuk perusahaan lain seperti Samsung agar adil. Ancaman tarif ini direncanakan akan mulai berlaku pada akhir Juni.
Apple sudah lama mendiversifikasi produksinya keluar dari China, khususnya ke India. Foxconn, sebagai mitra utama Apple, sedang membangun pabrik senilai 1,5 miliar dolar di Chennai, India untuk memproduksi bagian-bagian iPhone. Hal ini didorong oleh beragam faktor termasuk pandemi dan ketegangan dagang AS-China.
Meski Apple telah berjanji investasi besar di Amerika Serikat, banyak ahli menyatakan bahwa memproduksi iPhone 'Made in America' sulit dilakukan. Bahkan Steve Jobs pernah mengatakan kepada Presiden Obama bahwa pekerjaan manufaktur iPhone kemungkinan besar tidak akan kembali ke AS.
Tarif yang berlaku untuk produk impor dari India adalah 10 persen, sedangkan China dikenakan tarif yang lebih tinggi. Sementara beberapa produk Apple memang dikecualikan dari tarif tinggi AS-China, ketidakpastian ini memicu Apple terus mengembangkan produksi di luar China.
Analisis Ahli
Tim Bajarin (Analis Teknologi)
Kebijakan ini akan menyebabkan ketidakpastian besar dalam produksi teknologi global dan berpotensi menaikkan harga konsumen tanpa hasil signifikan dalam membawa kembali manufaktur ke AS.Gene Munster (Mantan Analis Apple)
Sulit bagi Apple untuk sepenuhnya memindahkan produksi ke AS karena keterbatasan infrastruktur dan biaya tinggi, sehingga tarif seperti ini hanya menambah ketegangan tanpa solusi praktis.

