Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Douyin Luncurkan Situs Transparansi Algoritma untuk Jawab Kekhawatiran Publik

Teknologi
Kecerdasan Buatan
SCMP SCMP
02 Apr 2025
129 dibaca
1 menit
Douyin Luncurkan Situs Transparansi Algoritma untuk Jawab Kekhawatiran Publik

Rangkuman 15 Detik

Douyin berusaha untuk meningkatkan transparansi dalam sistem rekomendasi kontennya.
Algoritma Douyin melacak perilaku pengguna untuk memprediksi preferensi mereka.
Kampanye pemerintah Tiongkok bertujuan untuk mengatasi penyalahgunaan algoritma oleh platform online.
Douyin, versi Tiongkok dari TikTok, baru saja meluncurkan situs web khusus untuk menjelaskan bagaimana aplikasi ini merekomendasikan dan mengatur konten bagi penggunanya. Dengan lebih dari 600 juta pengguna aktif setiap hari, Douyin ingin menjawab kekhawatiran publik mengenai sistem rekomendasi yang kuat. Situs ini menjelaskan bahwa algoritma yang digunakan Douyin tidak memahami konten secara langsung, tetapi menganalisis perilaku pengguna, seperti suka, mengikuti, berbagi, dan berapa lama menonton video, untuk memprediksi apa yang mereka suka. Situs web tersebut juga menegaskan bahwa Douyin tidak memata-matai penggunanya. Namun, mereka mengakui bahwa pengguna mungkin merasa seperti sedang diawasi, terutama ketika mereka mencari sesuatu di satu aplikasi dan kemudian melihat iklan terkait di aplikasi lain. Ini terjadi karena algoritma bekerja berdasarkan perilaku pengguna di berbagai platform. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Douyin dan pesaingnya, seperti Kuaishou dan Tencent, untuk membuat sistem rekomendasi online lebih transparan. Ini dilakukan sejalan dengan kampanye pemerintah Tiongkok yang bertujuan untuk mengatasi penyalahgunaan algoritma oleh platform yang sering digunakan masyarakat.

Analisis Ahli

Dr. Wang Hui, pakar teknologi informasi Universitas Tsinghua
Transparansi dalam algoritma adalah langkah maju yang membantu mengurangi kekhawatiran pengguna dan regulator. Meski begitu, kompleksitas algoritma modern membuat transparansi penuh sulit dicapai tanpa kehilangan keunggulan kompetitif platform.
Prof. Li Ming, ahli kebijakan teknologi
Inisiatif ini menunjukkan bahwa pemerintah China serius mengawasi teknologi digital dan penggunaan algoritma demi melindungi kepentingan publik. Namun tetap dibutuhkan kerangka hukum yang jelas agar perlindungan data bukan hanya formalitas.