Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Hakim Tolak Permohonan OpenAI dan Microsoft, Kasus Hak Cipta Times Berlanjut

Teknologi
Kecerdasan Buatan
artificial-intelligence (11mo ago) artificial-intelligence (11mo ago)
01 Apr 2025
163 dibaca
1 menit
Hakim Tolak Permohonan OpenAI dan Microsoft, Kasus Hak Cipta Times Berlanjut

Rangkuman 15 Detik

Gugatan New York Times dapat mempengaruhi hukum hak cipta terkait AI.
Keputusan hakim memberikan lebih banyak peluang bagi New York Times untuk memenangkan kasus.
Kasus ini menjadi perhatian utama di industri media dan dapat mempengaruhi cara perusahaan teknologi menggunakan konten.
Seorang hakim di Pengadilan Distrik AS baru-baru ini menolak sebagian besar permohonan OpenAI untuk menghentikan gugatan yang diajukan oleh New York Times. Gugatan ini mengklaim bahwa OpenAI dan pemilik minoritasnya, Microsoft, telah melanggar hak cipta dengan menyalin karya-karya Times untuk melatih model bahasa besar mereka. Keputusan hakim ini memungkinkan sebagian besar kasus Times untuk dilanjutkan, yang bisa berujung pada persidangan. OpenAI dan Microsoft tidak membantah klaim pelanggaran hak cipta yang diajukan oleh Times, tetapi mereka mencoba untuk menghentikan beberapa klaim lainnya. Hakim Sidney Stein menolak beberapa permohonan mereka, termasuk permintaan untuk menghentikan klaim hak cipta terkait karya yang lebih tua dari tiga tahun. Namun, beberapa permohonan mereka untuk menghentikan klaim tertentu berhasil. Kasus ini sangat penting karena bisa menjadi preseden hukum untuk hak cipta di era kecerdasan buatan (AI). Banyak perusahaan media dan pemilik konten lainnya sedang mengawasi hasil dari kasus ini, karena bisa mempengaruhi bagaimana hukum hak cipta diterapkan pada teknologi AI di masa depan. Setelah fase penemuan selesai, semua pihak akan mengajukan argumen untuk keputusan awal yang akan menentukan apakah kasus ini akan dilanjutkan ke persidangan juri.

Analisis Ahli

Lawrence Lessig
Kasus ini mencerminkan perlunya pembaruan aturan hak cipta agar sejalan dengan kemajuan teknologi kecerdasan buatan dan memastikan keseimbangan antara inovasi dan perlindungan karya intelektual.
Pam Samuelson
Pengadilan menghadapi tantangan besar dalam menafsirkan hukum hak cipta yang lama dalam konteks pelatihan model AI yang menggunakan karya digital secara besar-besaran.